31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Jadi Aset Milik Sekolah, Perawatan Museum Ukir Jepara Tak Bisa Dianggarkan Oleh Pemkab 

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tidak dapat mengalokasikan anggaran perawatan terhadap barang-barang ukiran yang bernilai sejarah di Museum Ukir Jepara yang berlokasi di SMPN 6 Jepara. Hal ini dikarenakan aset dari barang tersebut terdaftar sebagai milik dari sekolah. 

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ida Lestari mengatakan, perawatan barang-barang tersebut sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari pihak sekolah serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). 

Baca Juga: Pemkab Jepara Dinilai Abai dalam Perawatan Museum Ukir 

-Advertisement-

“Ya saya nggak tau kalau untuk anggaran perawatannya, karena itu sudah berbeda dinas. Kalau mau dianggarkan ya dari SMPN 6 dong, bukan dari Dinas Kebudayaan. Kecuali barang itu sudah masuk menjadi aset milik Museum Kartini,” katanya saat ditemui di Kantor Disparbud Jepara, Senin (17/7/2023). 

Ketika barang-barang tersebut sudah menjadi aset milik Museum Kartini, lanjutnya, ada alokasi anggaran untuk perawatan barang-barang yang bernilai sejarah. Dan dalam merawat barang-barang kuno menurutnya juga terdapat teknik dan cara perawatan khusus. Sehingga tidak hanya sekedar dibersihkan dari debu maupun kotoran yang menempel. 

Ia kemudian menambahkan bahwa selama ini dari pihak Disparbud sudah berupaya menyampaikan kepada pihak sekolah agar barang-barang tersebut diserahkan kepada pihak museum. 

“Kami sudah berusaha untuk izin atau istilahnya nyuwun lah ke SMPN 6 untuk menyimpan barang-barangnya ke Museum RA Kartini tapi sampai dengan sekarang belum terealisasi,” jelasnya. 

Bahkan upaya tersebut menurutnya juga sudah dilakukan semenjak dua tahun yang lalu. Ia mengatakan bahwa alasan dari pihak sekolah enggan memberikan barang-barang tersebut kepada Museum Kartini karena dijadikan sebagai ikon serta sejarah berdirinya SMPN 6 Jepara. 

Sebab dulunya SMPN 6 Jepara merupakan sekolah ukir yang didirikan oleh Penjajah Belanda pada tahun 1929. Kemudian sempat berganti nama menjadi Sekolah Teknik, sebelum akhirnya di tahun 2012 berganti nama menjadi SMPN 6 Jepara. 

Baca Juga: Berusia Hampir 1 Abad, Museum Ukir Jepara Jadi Saksi Bisu Sejarah Kemerdekaan

Namun berdasarkan hasil rapat yang dua tahun lalu pernah dilakukan, Ida mengatakan bahwa pihak sekolah sempat memberikan ijin. Namun realisasinya sampai dengan sekarang, barang-barang tersebut juga belum diserahkan kepada pihak Museum Kartini. 

“Mungkin juga ada pertimbangan tertentu dari pihak sekolah karena hasil karya ukir yang sudah lama itu dijadikan sebagai ikon dari sekolah, yang kemudian juga menjadi rentetan dari sejarah berdirinya SMPN 6 Jepara,” tambahnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER