Gawat! Balita Hingga Lansia di Kudus Terinveksi HIV

BETANEWS.ID, KUDUS – Virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) menginveksi masyarakat Kudus di segala jenjang usia. Tak hanya dewasa, HIV di Kabupaten yang punya julukan baru Kota Empat Negeri itu juga telah menginveksi bayi di bawah lima tahun (Balita) dan orang lanjut usia (Lansia).

Anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Manager Kasus HIV/AIDS Kabupaten Kudus, Eni Mardiyanti mengatakan, virus HIV menginveksi semua jenjang usia di Kudus sudah terjadi sejak tahun 2019. Meski tahun 2020 tak ditemukan inveksi baru virus HIV pada Balita, tapi di tahun 2021 ditemukan lagi.

Baca Juga: Allah ya Allah, Ida Suapi Suaminya Pakai Nasi Jangkrik Sunan Kudus

-Advertisement-

“Sebelum tahun 2019, virus HIV hanya menginveksi warga pada rentang usia lima tahun hingga usia di atas 60 tahun (lansia). Tapi kini sudah menginveksi ke semua jenjang usia,” ujar perempuan yang akrab disapa Eni kepada Betanews.id melalui sambungan telepon, belum lama ini.

Eni mengungkapkan, pada tahun 2021, ditemukan tiga anak di bawah usia empat tahun positif HIV. Di tahun 2022 ditemukan tiga anak di bawah usia empat tahun terinveksi HIV.

“Sementara di semester pertama tahun 2023 belum ditemukan Balita baru yang terinveksi virus HIV. Semoga saja hingga akhir tahun tidak ditemukan,” harapnya.

Sementara Lansia yang terinveksi virus HIV di semester pertama tahun 2023 ada empat orang. Di tahun 2022 lebih banyak yakni enam orang atau ada peningkatan di tahun 2021 yang hanya empat orang.

“Selain sudah menginveksi semua kelompok usia, virus HIV di Kudus juga sudah merambah ibu rumah tangga,” bebernya.

Balita yang terinveksi virus HIV itu ditularkan oleh orang tuanya yang terlebih dulu terpapar. Namun, biasanya diawali dari sang ayah yang lebih dulu terinveksi dan menular ke istri kemudian ke anak mereka.

“Termasuk ibu rumah tangga di Kudus yang terinveksi HIV itu juga dikarenakan tertular dari suaminya. Bahkan kemarin, ditemukan ibu rumah tangga terinveksi HIV. Padahal usianya lebih dari 50 tahun, itu juga karena suaminya lebih dulu terinveksi dan sudah meninggal dua tahun lalu,” ungkapnya.

Sementara untuk penyebabnya, lanjut Eni, didominasi karena hubungan seks beresiko. Di antaranya adalah melakukan hubungan seks tanpa pengaman atau kondom.

“Selain itu, pria di Kudus yang terinveksi AIDS karena hubungan seks Lelaki Seks Lelaki (LSL) juga banyak. Justru faktor ini yang menyebabkan remaja laki-laki di Kudus yang terinveksi AIDS meningkat,” bebernya.

Untuk langkah pencegahan, kata Eni pihaknya terus melakukan penyuluhan terkait penularan bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat. Hal itu bahkan dilkakukannya ke setiap desa dan kelurahan yang ada di Kudus.

“Kita juga ada program STOP (Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan) ini harus dilakukan secara masih berkelanjutan, berkesinambungan. Jadi semua orang harus dipahamkan terkait HIV/AIDS dan penularanya,” jelasnya.

Baca Juga: Anggaran digelontorkan, Hartopo Pusing Kelengkapan Atlet Porprov Kudus Belum Beres

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar masyarakat berani melakukan test secreening HIV. Tujuannya, ketika positif HIV bisa segera dilakukan pengobatan.

“Karena endingnya itu tri zero. Zero penularan HIV, zero kematian karena aids dan zerro diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER