BETANEWS.ID, DEMAK – Makam Raden Sawunggaling, yang berada di perkampungan Sawunggaling RT 6 RW 10, Kelurahan Bintoro, Kecamatan/Kabupaten Demak banyak didatangi peziarah saat musim pencalonan kepala desa.
Menurut pengurus makam, Solikhin, kebanyakan masyarakat di wilayah pantura meyakini, bahwa jika berziarah ke makam Raden Sawunggaling dapat mendatangkan keberuntungan. Hal itu dikarenakan kiprahnya sebagai sosok legendaris semasa pemerintahan Kerajaan Demak.
Baca Juga: Masyarakat Antusias Berebut Gunungan Grebeg Suro Girikusumo
“Masyarakat itu banyak berasumsi, bahwa beliau itu seorang negawaran dan ahli strategi di bidang pemerintahan militer. Makanya orang banyak berkunjung istilahnya meminta kepada Allah agar dikabulkan hajatnya itu. Seperti orang yang ingin mencalonkan diri sebagai kepala desa, bupati, atau yang ada di pemerintahan,” katanya, Rabu (18/7/2023).
Para peziarah tidak hanya dari wilayah lokal saja. Banyak dari kalangan luar daerah, turut berkunjung ke Makam Raden Sawunggaling dengan niatan khusus.
“Peziarahnya mulai dari Solo, Jawa Timur, Jawa Tengah, Pekalongan, Kendal. Sekarang mulai banyak berdatangan yang secara khusus membawa kendaraan pribadi. Apalagi ini musim pencalonan kepala desa, jadi banyak yang datang, ” imbuhnya.
Solikhin menerangkan, Raden Sawunggaling dulunya merupakan tangan kanan Raden Fatah, Sultan pertama di Kerajaan Demak. Ia diutus oleh ayahnya Prabu Brawijaya V untuk membantu kakaknya dalam mengembangkan pemerintahan.
“Makanya dalam kerajaan itu, Raden Fatah seorang raja dan beliau yang mendampingi atas perintah ayahnya Prabu Brawijaya, untuk mendampingi kakaknya membangun kerajaan Demak Bintoro,” terangnya.
Baca Juga: KKP Bantah Wacana Pengerukan Pasir Laut Morodemak
Dikenal sebagai makam keramat, dulunya makam Raden Sawunggaling sempat dijadikan sebagai tempat pemujaan. Sehingga sekitar tahun 1999an, masyarakat menutup wilayah tersebut agar tidak menimbulkan kemusyrikan.
“Dulu tempat ini pernah ditutup karena ada kegiatan musyrik di sini. Seperti membawa sesajen dengan kepercayaan animisme mereka. Kebanyakan orang luar daerah sini yang datang seperti itu,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

