BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu kembali membuka pelatihan tenaga pendamping orang sakit (Napos), Sabtu (1/7/2023). Kegiatan ini adalah pelatihan ketiga kalinya yang dilakukan oleh RS Mardi Rahayu, guna membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan baru.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr Pujianto menyampaikan, pelatihan napos yang diselenggarakan RS Mardi Rahayu secara cuma-cuma, tanpa memungut biaya dari setiap peserta. Pihaknya membebaskan biaya pelatihan sebesar Rp 3 juta.
Baca Juga: Hingga Juni, Realisasi Penerimaan Pajak di Kudus Capai Rp76,9 Miliar
“Pelatihan ini secara cuma-cuma. Memang ada seleksi awal, dari segi fisik, kemudian bisa baca tulis, dan minimal pendidikan SMP. Jadi nanti mereka akan dilatih hal mendasar mengenai perawatan orang sakit,” beber Pujianto saat jumpa pers, Sabtu (1/7/2023).
“Mudah-mudahan upaya RS Mardi Rahayu, selain untuk mendukung pelaksanaan atau pencapaian layanan unggulan stroke terintegrasi, juga akan menambah lapangan pekerjaan, khususnya di Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum angkatan ketiga ini, pelatihan Napos yang diselenggarakan selama dua pekan pelatihan saja. Lantaran dianggap kurang dengan waktu dua pekan tersebut, pihak RS Mardi Rahayu tahun ini memperpanjang pelatihan menjadi dua bulan. Sehingga peserta yang mengikuti bisa banyak belajar dan lebih terampil.
“Jadi pengalaman kami yang lalu angkatan satu dan dua, ternyata mereka tidak hanya mendampingi pasien stroke saja. Makanya mulai dari angkatan ketiga kita bakukan kulikulumnya. Tidak hanya Napos stroke tapi juga penyakit lainnya,” jelasnya.
Pihaknya juga mengatakan, RS Mardi Rahayu akan membantu memfasilitasi dan menyalurkan peserta pelatihan Napos ini, tanpa memungut biaya apapun. Sehingga mereka akan diperbantukan menangani pasien. Tarif dalam penanganan pasien ini nanti akan diatur, ada yang harian, mingguan, dan bulanan.
“Karena ini adalah bagian dari upaya rumah sakit melaksanakan pelayanan unggulan di RS Mardi Rahayu. Selain pusat penanganan kecelakaan (trauma center), pelayanan unggulan RS Mardi Rahayu lainnya adalah pelayanan penanganan stroke terintegrasi,” ungkapnya.
Pujianto menuturkan, penanganan stroke terintegrasi di RS Mardi Rahayu, dimulai dari sebelum masuk rumah sakit, di rumah sakit, dan setelah pulang dari rumah sakit.
“Layanan ambulan gratis saat menjemput pasien sebelum di rumah sakit, selanjutnya di rumah sakit dilakukan pelayanan medik yang siap 24 jam oleh tim gawat darurat, dan pada saat pulang dari rumah sakit, pasien didukung dengan adanya Klub Stroke, pendampingan oleh Napos yang telah di latih, Rehabilitasi Medik dan homecare,” tuturnya.
Baca Juga: Reklame Parpol dan Caleg Tak Dongkrak Pendapatan Pajak di Kudus
Pelatihan yang diikuti oleh 21 peserta itu akan difokuskan untuk program penyakit stroke. Meski begitu, penanganan penyakit lain seperti luka, patah tulang terutama pada pasien lanjut usia juga bisa tertangani.
“Peserta ini dari berbagai daerah. Di antaranya Jepara satu orang, Semarang ada satu orang, Grobongan, Demak kalau nggak salah ada dua orang, dan sebagian besar peserta datang dari Kudus,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

