BETANEWS.ID, KUDUS – Seoarang tamu tak diundang di acara akad nikah dihajar warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Selasa (4/7/2023). Tamu tak diundang itu pun babak belur dan diamankan pihak Polsek Bae.
Saksi mata kejadian sekaligus korban, Dwi Oktavianti yang juga kakak ipar mempelai perempuan mengatakan, pelaku dari pagi sudah mondar-mandir dan kedatanganya itu bebarengan dengan rombongan pengiring pengantin. Sehingga keluarga mempelai perempuan tak menghiraukan tamu tak diundang tersebut.
Baca Juga: Ngamar Bareng Janda di Hotel, Seorang Kakek Ditemukan Tewas
“Namun ketika masuk ke kamar yang ada barang dan tasku, saya pun curiga. Saat melongok ke kamar, aku melihat pelaku sedang membuka tas miliku,” ujar perempuan yang akrab disapa Dwi kepada Betanews.id, di Polsek Bae, Selasa (4/7/2023).
Kemudian pelaku mencoba kabur, tapi saat Dwi mengecek tasnya ternyata uangnya Rp 200 ribu hilang. Ia pun memanggil pelaku bahwa uangnya hilang.
“Namun pelaku kemudian membekap mulut saya dan diminta diam. Kemudian uang saya dikembalikan ditambah lagi Rp 100 ribu agar saya diam. Tapi saya tidak mau, pelaku saya tendang perutnya dan saya pun teriak minta tolong. Kemudian banyak orang yang datang,” beber Dwi yang merupakan kakak ipar mempelai perempuan.
Pelaku pun kemudian ditangkap warga dan diberi salam olahraga. Sehingga wajah pelaku bonyok di beberapa bagian. Saat ini pelaku masih diamankan oleh Polsek Bae, Kudus.
Sementara itu Kapolsek Bae, Imam Sukirno mengatakan, pelaku berinisial TWU (28) adalah warga Wedarijaksa, Pati. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan dan masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas.
“Pelaku memang sempat diberi dihajar warga. Sementara untuk motif pelaku, masih kami masih selidiki,” ujar Imam kepada Betanews.id di kantor Polsek Bae.
Dari keterangan yang didapat, ungkapnya, warga maupun pihak keluarga tak ada yang mengenal pelaku. Dari pelaku ditemukan barang bukti uang Rp 124 ribu.
“Uang itu hasil mencuri, untuk sementara dugaan pencurian. Sementara dari pengakuan pelaku yang bersangkutan bekerja sebagai pedagang keliling,” bebernya.
Baca Juga: Gaji Lampaui UMR Kudus, Minat Jadi Napos RS Mardi Rahayu?
Atas modus kejahatan baru tersebut, Imam mengimbau kepada warga yang menggelar hajatan agar tetap waspada. Jangan terlena semua, harus ada warga yang mengawasi sekeliling.
“Karena ini adalah modus baru, maka kami imbau agar warga selalu waspada. Harus ada pihak keluarga yang mengawasi jangan terlena, agar tak terjadi pencurian,” imbaunya.
Editor: Haikal Rosyada

