BETANEWS.ID, KUDUS – Nasib bangunan Sekolah Dasar (SD) 3 Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang terbengkalai hingga saat ini masih menjadi tanda tanya. Walaupun sudah dihibahkan ke pemerintah desa, nyatanya bangunan itu masih mangkrak.
Pantauan Betanews.id di lokasi, SD yang berada sisi timur lapangan dan berdampingan dengan gedung serba guna kantor Desa Gribig keadaanya dipenuhi semak belukar. Bahkan, beberapa bagian atap sudah roboh.
Baca Juga: Iduladha, Produsen Alat Bakar Sate Kudus Kebanjiran Pesanan
Kepala Desa Gribig, Imam Sentoso mengatakan, bangunan SD 3 Gribig sudah dihibabkan ke pemerintah desa pada tahun 2021. Penghibahan tersebut karena SD tersebut kekurangan siswa dan tak memenuhi kuota. Sehingga siswa yang ada kemudian dimerger atau digabung dengan SD 4 Gribig.
“Karena kosong tersebut, bangunan SD 3 Gribig kemudian dihibahkan ke pemerintah desa. Sebab, lahan di mana bangunan SD 3 Gribig berdiri memang milik desa,” ujarnya kepada Betanews.id saat ditemui di kantornya, Senin (26/6/2023).
Dia mengugkapkan, luas lahan SD 3 Gribig kurang lebih 600 meter persegi. Pihak desa sebenarnya sudah ada rencana mengalih fungsikan lahan bekas SD tersebut sebagai kios untuk para pedagang kaki lima (PKL).
“Kalau lahan itu bisa kita jadikan kios untuk PKL, nanti bisa jadi penambahan Pendapatan Asli Desa (PAD),” jelasnya.
Namun rencana tersebut tak kunjung terealisasi. Pasalnya, Pemdes Gribig masih terkendala anggaran untuk merobohkan bangunan bekas SD tersebut dan membangun kios.
“Setidaknya kami butuh anggaran kurang lebih Rp 500 juta untuk perobohan dan pembangunan kios PKL,” ungkapnya.
Disinggung apakah pembangunan tersebut tak bisa diback up dengan dana desa (DD), Imam mengaku tidak bisa. Sebab penggunaan dana desa sudah ada plot peruntukannya.
“Tahun 2023 Desa Gribig dapat alokasi Dana Desa Sebesar Rp 990 juta. Namun, tak bisa digunakan untuk perobohan bangunan SD 3 Gribig dan pembangunan kios, karena memang tidak peruntukannya,” bebernya.
Oleh sebab itu, ia berharap ada bantuan anggaran untuk perobohan bangunan SD 3 Gribig dan pembangunan kios. Mungkin bisa melalui aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Baca Juga: Sampai Juni Pendapatan PDAM Kudus Sudah Capai Rp2 Miliar
Sebenarnya sejak dua tahun lalu, ia sudah mencari dana untuk pembangunan kios tersebut. Di antaranya melalui aspirasi dewan, bantuan keuangan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
“Sebenarnya kami sudah mengajukan bantuan ke Pemkab Kudus sejak dua tahun lalu. Tapi hingga saat ini belum terealisasi,” ucapnya.
Editor: Haikal Rosyada

