BETANEWS.ID, PATI – Beberapa kemasan keripik tempe tampak tertata di atas meja kecil di sebuah dapur rumah yang berada di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Pati. Di atas meja itu juga terdapat impulse sealer atau alat perekat plastik. Sedangkan di bagian bawah terdapat toples ukuran besar yang berisi keripik tempe yang belum dikemas dengan plastik.
Sementara tak jauh dari situ, seorang perempuan terlihat sedang menggoreng keripik tempe di sebuah wajan ukuran sedang. Perempuan tersebut adalah Restutik, Pemilik Usaha Keripik Tempe Alyya.
Restutik pun menceritakan bagaimana mengawali usaha pembuatan keripik tempe tersebut. Ia mengatakan, kalau usahanya itu dimulai pada 2011 lalu. Saat itu, profesi utamanya adalah sebagai guru non-ASN di salah sekolah dasar negeri. Karena gaji guru non-ASN kecil, maka ia berpikir bagaimana bisa menambah pemasukan bagi keluarganya dari sektor lain.
Baca juga: Meski Warung Tengkleng Idolanya Ramai, Lena Tak Pernah Punya Niat Ubah Takaran Bumbu
“Karena kami guru non-PNS, jadi bagaimana kami mencukupi kebutuhan hidup. Tidak bisa mengandalkan gaji kami saja,” ujar Restutik.
Ia pun mencari-cari ide untuk memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya. Akhirnya, dengan keyakinan yang dimiliki, ia membuat keripik tempe yang menggunakan bahan kedelai lokal di wilayahnya.
Berjalannya waktu, dengan ketelatenan dan perjuangan yang ulet dalam pemasarannya, akhirnya keripik tempe dengan brand Alyya itu mulai banyak dikenal masyarakat luas dan banyak permintaan.
Baca juga: Inilah Kisah Kustini, Berjualan Nasi Doreng Khas Demak Sejak 1980-an
“Kalau Keripik Tempe Alyya ini sudah sampai Singapura, Hongkong, Malaysia. Bahkan yang terakhir itu sudah sampai Amerika, meskipun masih dalam skala kecil,” imbuhnya.
Ia mengatakan, untuk setiap harinya ia bisa membuat sekitar 20 kilogram keripik tempe. Rata-rata per bulannya, ia mampu mendapatkan hasil kotor dari penjualan keripik tempe sebesar Rp25 juta hingga Rp30 juta.
Sedangkan untuk harga keripik tempe buatannya, mulai dari kemasa kecil dengan Rp1.000 hingga kemasan besar Rp70 ribu. Bahkan ia juga menyediakan kemasan yang lebih besar lagi, sesuai dengan permintaan pasar.
Editor: Ahmad Muhlisin

