Petugas Sensus Pertanian di Jepara Terkendala Penguasaan Wilayah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sensus pertanian yang diadakan setiap 10 tahun sekali, kembali diadakan pada tahun 2023 ini. Salah satu petugas sensus pertanian, Donny Surya Prayogo yang bertempat tinggal di Desa Troso, mendapat tugas untuk melakukan sensus di Desa Gerdu dan Kaliombo.

Sebagai daerah mayoritas petani namun minim petugas sensus yang mendaftar, Donny harus mau ditempatkan di daerah tersebut. Saat melakukan sensus ia mengaku kesulitan dalam menemukan nama-nama warga yang masuk dalam data. Banyaknya item yang harus ditanyakan pada saat sensus juga menjadi tantangan tersendiri.

Beberapa item tersebut antara lain, keterangan tempat tinggal, keterangan anggota rumah tangga, total lahan unit usaha pertanian, tanaman semusim (tanaman pangan hortikultura, dan perkebunan). Selain itu, ada item tanaman tahunan, peternakan, kehutanan, perikanan, jasa pertanian dan praktik kegiatan pertanian, serta manajemen dalam unit usaha pertanian.

-Advertisement-

Baca juga: Banyak Tantangan, Petugas Sensus Pertanian Diminta Bisa Gali Data Riil dari Responden

“Karena di sini (Gerdu) mayoritas petani jadi semua diambil datanya, kecuali Troso itu kan pertaniannya minim jadi hanya diambil sampel. Dan semua item itu harus ditanyakan jika memang punya usaha pertanian. Awal sensus, satu orang bisa setengah jam,” kata Donny kepada Betanews.id, Sabtu (3/6/2023).

Data yang diambil pada saat survei, menurutnya, juga menggunakan dua media, kertas dan data yang langsung dimasukkan dalam sebuah aplikasi. Namun data yang masuk dalam aplikasi hanya berupa nomor bangunan, tipe usaha pertanian yang dilakukan, serta nama pemilik usaha pertanian.

“Pakai digital pun sebenarnya masih kesulitan. Ini sebenarnya datanya ada dua, lewat kertas sama aplikasi. Yang kertas ini yang itemnya ada banyak sama di aplikasi. Yang kertas ini nanti ya ada petugasnya sendiri buat masukin datanya,” ujarnya.

Ditemui di tempat berbeda, Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Jepara, Manggus Suryono menjelaskan bahwa sensus pertanian ini akan mencakup tiga item. Cakupan itu antara lain UTP (Usaha Pertanian Perorangan), UPB (Usaha Pertanian Berbadan Hukum), serta UTL (Usaha Pertanian lainnya).

Baca juga: BPS Pati Terjunkan 1.173 Petugas Lapangan pada Sensus Pertanian 2023

Dia menambahkan, pada sensus kali ini akan ada perubahan, banyak para petani milenial yang memiliki kreativitas dalam bertani.

“Orang menanam sayuran bahkan padi itu sekarang kan tidak lagi di sawah tapi di halaman rumah bahkan di atap rumah, jadi adanya petani milenial ini semakin kreatif dalam memanfaatkan lahan yang ada,” katanya.

Dengan adanya sensus pertanian kali ini, dia berharap dapat menjadi data yang konkret bagi sektor pertanian dan ke depan menjadi landasan bagi survei.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER