31 C
Kudus
Minggu, Februari 22, 2026

Pasir Laut Demak akan Dikeruk untuk Pembangunan Tol Semarang-Genuk

BETANEWS, DEMAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak bakal menggunakan sedimentasi pasir laut, untuk pembangunan tol seksi 1 Semarang-Genuk. Hal itu disampaikan oleh Bupati Demak Eisti’anah dalam Rapat Koordinasi Forum Penataan Ruang Penyelenggaraan Pemanfaatan Ruang yang Berkelanjutan, Kamis (15/6/2023).

Menurut Eisti, pasir laut yang akan dikeruk berada di wilayah Morodemak. Penggunaan pasir laut ini, telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023, tentang pengelolaan hasil sedimentasi laut yang telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

“Pasir itu yang paling tepat untuk membantu pelaksanaan pembangunan tol seksi 1. Setelah kita telusuri, ternyata ini wilayahnya Pemerintah Provinsi atau Pusat, sehingga Pemkab Demak tidak punya wewenang memberikan izin,” katanya kepada awak media, di Reinz Cafe Perum Bintoro Asri, Kabupaten Demak.

-Advertisement-

Baca juga: Akan Ada Rest Area di Tengah Laut pada Tol Semarang Demak (3/5)

Tidak hanya itu, Eisti menyebut pemanfaatan sedimentasi pasir juga dirasa membantu masyarakat di wilayah pesisir Morodemak. Menurutnya, nelayan tak perlu lagi kesusahan saat pergi berlayar, karena jarak yang jauh.

“Kami pemerintah Demak merasa terbantu jika hal tersebut dilaksanakan, karena pasir yang sudah menjadi sendimen sangat mengganggu para nelayan saat berlayar,” imbuhnya.

Mengenai rencana penggunaan pasir di wilayah Morodemak, pihaknya masih menunggu kewenangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Meski begitu, ia memastikan pasir yang digunakan bukan bagian dari dasar laut melainkan sendimen.

“Jadi yang digunakan itu bukan dasarnya tapi bagian sendimen. Karena pendangkalan tersebut menganggu nelayan, sehingga ketika diambil nelayan tidak perlu berputar menghindari wilayah sendimen yang dangkal,” terangnya.

Baca juga: Eisti’anah Sebut Keberadaan Tol Semarang-Demak Dapat Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Lokal

Mengenai pelaksanaannya, Eisti mengaku masih mempertimbangkan sejumlah hal. Terutama terkait persoalan masalah lingkungan yang akan ditimbulkan dari pengerukan pasir laut di wilayah pesisir Morodemak.

“Ini masih ada pertimbangan, bisa berdampak merusak alam atau tidak, atau mungkin plus minus yang nanti ditimbulkan,” pungkasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER