BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sedang meracik isian Martabak Korea yang dijual di pinggir Jalan Mejobo, Desa Megawon, Jati, Kudus. Pria bernama Sugeng Hermawan (36) itu dibantu seorang wanita yang terlihat sedang menggoreng martabak.
Tak sampai menumpuk, martabak yang sudah matang itu langsung diborong pembeli. Bahkan saking larisnya, pembeli yang tak kebagian rela menunggu hingga antreannya banyak. Makanya, dalam sehari ia mampu menjual sampai 600 martabak dan 400 pangsit ayam.

Menurut Wawan, pemandangan itu memang sehari-hari seperti itu. Mengingat, Martabak Korea yang dijualnya itu pertama kalinya ada di Kudus, sehingga banyak pembeli yang penasaran dan ketagihan berlangganan di sana.
Baca juga: Penjual Pentol Telur Korea di Depan SMP 1 Mejobo Ini Laku hingga 800 Butir Sehari
“Untuk pembeli dari semua kalangan mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua. Karena harganya terjangkau yakni Rp1.000 per biji, anak-anak SD pun juga bisa membeli. Sebab, dulu latar belakang orang tua saya tidak mampu, mau membeli martabak tidak bisa. Sehingga saat ini saya menjual martabak yang terjangkau,” ungkapnya, Sabtu (3/6/2023).
Ia menuturkan, ide membuat usaha jajanan martabak itu dari rekam jejak Wawan yang sebelumnya adalah sebagai seorang koki di restoran. Bahkan saat ini pihaknya juga sibuk menjadi konsultan resto.
“Usaha ini muncul karena saya mempunyai seorang anak yang masih kecil dan merasa jenuh bekerja sebagai koki ataupun konsultan restoran. Karena setiap kali bekerja meninggalkan keluarga. Kalau saya lebih nyaman seperti ini, fleksibel, dan dekat dengan keluarga,” paparnya.
Baca juga: Mi Petir yang Lagi Hits di Kudus Ini Meski Cuma Bisa Take Away tapi Ramai Terus
Salah satu pembeli Putri, mengaku setiap tiga hari sekali membeli martabak di sana, karena anaknya suka dengan rasanya.
“Rasanya enak, anak saya juga suka dengan martabak ini. Selain rasa harga yang ditawarkan juga murah,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

