BETANEWS, DEMAK – Jelang hari raya Iduladha 1444 H, peternak kambing di Kabupaten Demak kebanjiran permintaan dari pembeli. Naiknya permintaan kambing itu, bahkan dimulai sejak Syawal atau sebulan setelah Lebaran.
Hal ini juga dirasakan dirasakan Tikno, warga Desa Rejosari RT 3 RW 18, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Ia mengatakan sudah 30 ekor kambing miliknya dipesan oleh pembeli dari luar kota, di antaranya dari Ungaran, Semarang, dan daerah-daerah lain.
“Sekarang yang sudah laku baru 30 ekor dari total 100 ekor kambing. Selain di sini kan ada kandang yang satunya, jadi total 150 ekor, ” katanya pada Betanews.id, Selasa (6/6/2023).
Baca juga: Jelang Idul Adha 27 Ternak di Kudus Terjangkit LSD
Untuk harga kambing kurban, lanjut Tikno, masih berkisar Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 4 juta perekor. Menurutnya, harga tersebut bisa dipastikan bakal mengalami peningkatan hingga mendekati Hari Raya Iduladha .
“Kurang dari satu minggu itu pasti naik. Misalnya dari sini Rp 3 juta itu selisihnya bisa Rp 300 sampai Rp 400 ribu. Tergantung dengan jenis kambing yang dibeli, ” imbuhnya.
Menurut Tikno, Iduladha ini terjadi peningkatan permintaan kambing daripada tahun sebelumnya. Pada kurban tahun ini, dia memperkirakan bisa menjual 50 kambing lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
“Sekarang itu harganya lebih naik daripada kemarin, karena kan BBM naik. Kenaikan harga dari tahun sebelumnya bisa Rp 500 ribu perekor,” terangnya.
Baca juga: Berburu Kambing Kurban di Pasar Wage Mayong, Segini Harga-harganya
Dia menambahkan, terdapat berbagai jenis kambing yang ia jual, di antaranya etawa senduro, jawarandu, etawa, dan peranakan etawa. Sedangkan kambing yang banyak diminati pembeli, yakni jenis jawarandu, karena harganya yang lebih murah.
“Kalau yang sering dipesan pembeli itu jenis biasa atau jawarandu. Ciri-cirinya telinganya lebih panjang. Harganya sekitar Rp 2 juta sampai dengan Rp 2,5 juta perekor kambing, ” katanya.
Editor: Suwoko

