Demi Jadi Peternak Kambing, Tikno Rela Tinggalkan Bisnis Odong-Odong yang Sudah Mapan

BETANEWS.ID, DEMAK – Siang itu, Tikno tampak sibuk memberi makan kambing-kambingnya. Hewan-hewan itu ia persiapkan untuk hari Raya Iduladha 1444 H ini. Menjadi peternak kambing sudah dilakukan Tikno sejak tujuh tahun lalu.

Sebelumnya, ia merupakan juragan odong-odong yang terkenal di wilayahnya, yaitu Desa Rejosari RT 3 RW 18, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Namun, ia meninggalkan usaha yang sudah mapan itu dan memilih merawat kambing karena hasilnya yang menggiurkan.

“Saya dulu punya delapan odong-odong. Saat itu sangat ramai sekali sebelum di Simpang Lima Semarang ada. Hari Minggu saja sehari bisa sampai Rp1,5 juta kalau sejamnya kan Rp10 ribu. Sekarang sudah terjual semua, tinggal dua odong-odong,” katanya pada betanews.id, Selasa (6/6/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Dari Teruskan Usaha Paman, Khafid Kini Jadi Juragan Gerabah yang Masyhur di Jepara

Tidak hanya itu, sebelum mendirikan peternakan kambing, Tikno juga sempat membuat ternak lele. Akan tetapi proses itu tidak berlangsung lama karena mahalnya harga pakan.

“Sebelumnya saya juga ternak lele. Tapi cuma berlangsung dua panen saja. Tidak kuat saya nyerah, harga pakan lele terlalu mahal,” imbuhnya.

Menjadi peternak yang sukses tidaklah mudah. Tikno harus melalui tahun demi tahun belajar dari mentornya secara langsung dari Institusi Teknologi Bandung (ITB). Ia mengaku, modal awal ia hanya menyediakan puluhan ekor kambing dan kini bertambah hingga ratusan ekor kambing.

Baca juga: Meski Warung Tengkleng Idolanya Ramai, Lena Tak Pernah Punya Niat Ubah Takaran Bumbu

“Dulu pertama saya modal ambil Bank dan beli 35 ekor kambing. Alhamdulillah dari tahun ke tahun semakin bertambah, sekarang ada 150 ekor kambing dari jenis etawa senduro, jawarandu, etawa, dan peranakan etawa,” terangnya.

Berkat ketelatenannya, kini ia bisa meraup puluhan juta setiap tahunnya. Untuk per ekor kambing kurban, Tikno jual mulai Rp2,5 juta sampai Rp4 juta. Pelanggannya tidak hanya dari wilayah lokal saja, tapi juga dari Ungaran dan Semarang.

“Kalau jadi ternak kambing itu, panennya dua kali. Pertama itu pas momen lebaran Idulfitri dan panen besarnya saat Iduladha. Alhamdulillah sekarang lebih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER