31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Polres Demak Dalami Motif Penganiayaan Ketua PPS Wonokerto

BETANEWS.ID, DEMAK – Polisi masih mendalami kasus penganiayaan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Wonokerto, Arifin oleh perangkat Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Senin (8/5/2023) pukul 22.19 WIB.

Kapolres Demak AKBP, Muhammad Purbaja telah menerima laporan penganiayaan Arifin oleh mantan Kepala Desa Wonokerto BU dan satu perangkat desa, pada Selasa (9/5/2023). Sedangkan saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Saat ini sedang tahap pemeriksaan saksi dan TKP, sehingga masih dalam proses. Kemudian kita visum ke RSUD Sunan Kalijaga,” katanya saat ditemui di Polres Demak, Rabu (10/5/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Kronologi Penganiayaan Ketua PPS Wonokerto Oleh Perangkat Desa, Ditabrak Motor Lalu Ditonjok

Menurut keterangan pelapor, lanjut Purbaja. penganiayaan itu berupa penabrakan dan pemukulan. Hal itu dilakukan oleh dua orang pelaku yang diketahui sebagai perangkat desa di Wonokerto.

“Yang dilaporkan ada dua, pengendara dan yang dibonceng. Tapi yang memukul sementara satu orang,” imbuhnya.

Purbaja menerangkan, untuk sementara ini pihaknya belum bisa memastikan motif dibalik penganiayaan yang dialami oleh Arifin. Akan tetapi, ia mengungkap adanya keterkaitan dengan hasil Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP).

“Masih ada kaitannya dengan hasil verifikasi yang dilakukan oleh PPS,” imbuhnya.

Baca juga: Meski Banyak Pabrik, Angka Pengangguran di Demak Tetap Meningkat

Saat ini, korban masih dalam tahap pemulihan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga. Ketika ditemui di lokasi, Arifin mengaku penglihatannya setengah kabur setelah tragedi penganiayaan.

Tidak hanya itu, kedua putrinya juga mengalami trauma setiap melihat motor berwarna hitam. Karena teringat pengroyokan yang terjadi oleh ayahnya.

“Bahkan tadi pagi, putri saya lihat motor hitam dia bilang itu motor yang nabrak ayah. Mungkin masih trauma karena dia lihat ayahnya ditabrak,” bebernya.

Editor: Ahmad Muhlisin

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER