BETANEWS.ID, DEMAK – Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Wonokerto Arifin jadi korban penganiayaan oleh dua Perangkat Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Kejadian itu berlangsung di depan rumahnya, Senin (8/5/2023) pukul 22.19 WIB.
Akibat dari penganiayaan itu, Arifin dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga. Saat ditemui betanews.id, Rabu (10/5/2023), bekas tonjokan di muka menyisakan lebam di area matanya. Tidak hanya itu, luka-luka gesekan dan memar di area kaki juga masih terlihat basah.
Arifin mengatakan, penganiayaan itu bermula saat dirinya mendapatkan telpon dari mantan Kepala Desa (Kades) Wonokerto BU, yang menanyakan perihal rekapitulasi partai. Jelang 10 menit, dua orang mengendarai motor menabraknya saat menyirami bunga.
Baca juga: Meski Banyak Pabrik, Angka Pengangguran di Demak Tetap Meningkat
“Tabrakan pertama itu saya terjatuh, tidak mundur langsung ditabrak lagi saya keseret. Lalu digas lagi saya mentok ke tembok. Saat motornya jatuh yang depan nonjok saya,” katanya.
Ketika terjadi pemukulan, istri Arifin sempat melerainya. Pertikaian itu kemudian berhasil dipisah oleh warga yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
“Istri sempat melerai dengan menarik kaosnya, karena saya tidak kuat lalu saya ngomong Allahu Akbar, kemudian ada warga yang ikut melerai,” terangnya.
Baca juga: Pemkab Demak Peringatkan Parpol Tak Langgar Aturan Pasang Baliho
Penganiayaan yang menimpa Arif tidak hanya berefek pada dirinya, bahkan kedua putrinya yang menyaksikan pemukulan itu sampai sakerang masih trauma. Ia membeberkan, setiap putrinya melihat motor berwarna hitam ketakutan, karena teringat pelaku yang menganiaya ayahnya.
“Bahkan sampai tadi pagi lihat motor hitam dia bilang itu yang motor yang nabrak ayah,” jelasnya.
Kejadian penganiayaan yang menimpa Arifin kemudian dilaporkan ke Polres Demak. Saat ini polisi masih mendalami motif dibalik penganiayaan tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin

