31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Inovasi Pompa Air Berbahan Bakar Gas Elpiji Karya Warga Banget Kudus, Lebih Irit dari Bensin

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sedang mempersiapkan mesin pompa air di pinggir sawah. Berbeda dengan pompa air kebanyakan, alat itu rupanya menggunakan bahan bakar gas elpiji.

Pria bernama Tholikan (43) itu memang dianggap pahlawan oleh warga Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Berkat inovasinya itulah, hampir 60 persen petani di sana, kini tak lagi menggunakan bensin.

“Inovasi ini berawal saat harga bensin atau pertalite itu mulai naik dan semakin mahal. Kemudian kami mencoba beralih menggunakan bahan bakar gas melon ini ketika melihat teman yang sudah lebih dulu menggunakan. Tapi memang sebatas melihat saja, kemudian kami membuat sendiri,” beber Tholikan kepada Betanews.id, Minggu (21/5/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Inovasi Minyak Jelantah Bripka Sutiyono Wakili Polresta Pati Dalam Lomba Bhabinkamtibmas

Ia menjelaskan, inovasi tersebut sudah berjalan kurang lebih 5-6 tahun terkahir. Saat ini 60 persen petani di Desa Banget hampir semuanya menggunakan inovasi pompa air itu karena terbukti lebih irit dari bensin.

Jika biasanya untuk bensin per liter, penggunaan pompa air hanya bisa bertahan satu setengah jam, untuk gas melon ini, bisa bertahan sekitar 8 hingga 9 jam.

“Perbandingannya cukup jauh berbeda. Ya sekitar 60 persen lebih irit. Misalkan untuk ketahanan 9 jam, Pertalite menghabiskan Rp60 ribu, tapi untuk gas melon hanya Rp24 ribu,” jelas pria yang juga sebagai ketua Kelompok Tani Makmur Desa Banget itu.

Meski begitu, kata Tholikan, saat awal pertama membuat inovasi itu tidak bisa bertahan hingga 9 jam saat menggunakan gas melon. Menurutnya, setiap tahunnya selalu melakukan pembaruan agar penggunaan bisa lebih irit dan maksimal.

“Awalnya menggunakan bahan bakar gas melon hanya bisa bertahan 5-6 jam, tapi setelah berjalan beberapa tahun, alhamdulillah bisa semakin irit, karena saat ini bisa bertahan 9 jam,” tuturnya.

Baca juga: 18.156 Hektare Tanah di Kudus Masuk Lahan Sawah Dilindungi, Ini Maksudnya

Tak hanya inovasi pompa air, warga di Desa Banget juga menggunakan mesin penyiang gulma padi. Dari yang sebelumnya, para petani mencabut gulma padi secara manual dan menghabiskan uang cukup banyak. Kehadiran mesin ini dinilai lebih efektif dan lebih irit, lantaran sudah tidak lagi mencari kuli untuk membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.

Dia berharap, dengan adanya inovasi tersebut petani di Desa Banget bisa lebih makmur dan berkembang lagi. Supaya petani mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER