BETANEWS.ID, JEPARA – Pusat Data dan Informasi (Pusdati) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mencatat pada 1 April 2023 ada 5.230 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jepara. Tingginya angka putus sekolah tersebut, salah satunya disumbang oleh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Namun, menurut Pengawas SMP pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Mari’ah, jumlah ATS di Jepara justru mencapai 27.063 anak.
Sedangkan kondisi di Jepara saat ini, hanya memiliki satu Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Jepara. Sehingga ia turut mendorong adanya sekolah inklusi yang bisa menerima murid ABK. Mengingat, sekolah inklusi di Jepara di tingkat SMP baru ada 17 dan SD 21.
Baca juga: Duh, di Jepara Ada 5.230 Anak Tidak Sekolah, Ini Penyebabnya
“Dengan adanya sekolah inklusi diharapkan mampu mengurangi ATS yang berjumlah 27.063 termasuk mereka nanti juga bisa menampung anak ABK,” katanya usai mengisi seminar Meningkatkan Peran Dunia Pendidikan dalam Tumbuh Kembang ABK di Museum Kartini, Selasa (16/5/2023).
Ia menjelaskan bahwa ada keuntungan yang bakal didapat sekolah apabila mau menjadi sekolah inklusi. Namun terkait regulasi berapa nominal yang bakal diterima, ia mengatakan belum mengetahui secara pasti.
“Dana dari bos reguler saja sebenarnya sudah cukup. Alhamdulillah kalau nanti bisa ada tambahan dari BOS institusi,” tambahnya.
Wakil Kepala Kurikulum SLB Jepara, Suharno, berharap ada penambahan sekolah SLB baru di Jepara. Posisi SLB Jepara yang berada di tengah kota, membuat biaya ongkos bagi masyarakat yang berada di bagian Utara maupun Selatan menjadi sangat mahal. Sehingga harapannya dengan adanya penambahan SLB baru banyak anak ABK yang bisa bersekolah.
Baca juga: 67 Anak Tidak Sekolah di Jepara Berhasil Dibujuk Kembali Tempuh Pendidikan
“SLB di Jepara ini sangat minim, sehingga kalau bisa diusulkan minimal ada penambahan sehingga jumlahnya ada tiga. Apalagi hampir di setiap SD umum sekarang ada anak ABK-nya,” jelasnya.
Jumlah murid di SLB Jepara saat ini terdapat 433 murid mulai dari jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB dengan jumlah guru pengajar 46. Hal tersebut juga turut menjadi persoalan di mana setiap tahun terjadi penambahan murid, tetapi jumlah gurunya kian berkurang karena banyak yang mulai pensiun.
“Harapannya ada penambahan guru juga yang signifikan dengan ijazah PLB (Pendidikan Luar Biasa),” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

