Cerita Sunayin 13 Tahun Bergelut dengan Asap untuk Sajikan Ikan Asap yang Digemari Banyak Kalangan

BETANEWS.ID, JEPARA – Berada di tepi laut, Jalan Pesajen, Kelurahan Demaan, Kecamatan/Kabupaten Jepara menjadi sentra pengasapan ikan. Menjelang sore, para penjual ikan asap akan mulai mengasap ikan hasil tangkapan para nelayan.

Sebelumnya para penjual akan menunggu para nelayan kembali dari laut untuk mendapatkan ikan dengan kualitas yang masih segar. Ini agar ikan asap yang dihasilkan juga memiliki cita rasa yang lebih manis, serta mampu bertahan sampai dua minggu lebih di dalam mesin pendingin.

Siti Sunayin (50), salah satu pengasap ikan di area tersebut setiap harinya mampu mengolah 30 kilogram ikan pare menjadi ikan asap. Tempat produksinya pun terbilang tidak besar. Hanya berupa tempat pengasapan berukuran sekitar 0,5 x 1 meter yang berada tepat di samping rumahnya.

-Advertisement-

Baca juga: Asap Indah, Sentra Ikan Asap Terbesar di Jateng, Omzet Sehari Rp 500 Juta

“Setiap hari bisa 25 sampai 30 kilogram, tergantung ada ikannya atau nggak. Kalau nggak ada ikan ya nganggur. Ini hari ini tadi habis 28 kilogram,” katanya, Selasa (18/04/2023).

Untuk memanggang ikan-ikan tersebut, ia memanfaatkan bara api dari sisa-sisa tatalan kayu. Meskipun setiap hari bergelut dengan asap selama 13 tahun, ia mengaku senang karena berarti ada ikan yang bisa ia produksi. Ketika musim cuaca buruk beberapa bulan kemarin, yang membuat nelayan tidak ada yang berani melaut, ia juga tidak bisa memproduksi ikan asap.

Ikan hasil produksinya, biasanya sudah diambil oleh para pedagang untuk dijual di pasar besok harinya. Hampir 13 tahun melakoni pekerjaan sebagai pemanggang ikan asap, Sunayin dulunya juga pernah bekerja sebagai pengukir. Karena berpindah tempat tinggal mengikuti sang suami, pekerjaan sebagai pengukir kemudian ia tinggalkan.

Baca juga: Lulus Kuliah Angga Langsung Terjun di Bisnis Pengolahan Ikan Asap

“Jadi pengukir pernah, dulu waktu masih perawan. Tukang jahit juga pernah, hasil coba-coba. Tapi udah 13 tahun ini tiap harinya manggang ikan,” ucap ibu dari tiga orang anak tersebut.

Ikan-ikan hasil produksinya ia jual dengan harga Rp5 ribu/potong. Ikan yang berukuran besar biasanya akan ia potong menjadi dua bagian. Sedangkan yang berukuran sedang akan ia panggang dengan bentuk utuh. Dari 28 kilogram ikan yang ia panggang hari itu, ia mampu menghasilkan kurang lebih 170 potong ikan asap.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER