BETANEWS.ID, JEPARA – Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta merasa kesal data kemiskinan ekstrem di wilayahnya tak sesuai dengan fakta di lapangan. Dia menyebut, banyak pihak dinilai tak jujur dengan kondisi sebenarnya, sehingga berdampak pada penambahan data kemiskinan di Kabupaten Jepara.
“Apakah itu kita salah memberi sasaran, data yang diterima ini dibikin-bikin. Artinya nek ditakoni pegawai BPS (Badan Pusat Statistik) ngomong miskin ben dikei bantuan. Kalau saya ke daerah itu ya saya lihat sudah bagus, tapi kemiskinan ekstremnya kok malah meningkat,” kata Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta pada saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan pada Selasa (30/5/2023).
Baca juga: Pemkab Jepara Fokus Perbaikan Jalan dan Penanganan Kemiskinan
Angka kemiskinan di Jepara pada tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 0,56%. Dari yang sebelumnya 7,44 persen menjadi 6,88 persen. Tetapi jumlah kemiskinan ekstrem justru mengalami peningkatan dari 0,69 persen menjadi 1,82 persen.
Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) mencatat ada sebanyak 374 ribu masyarakat miskin di Kabupaten Jepara. Namun 58 ribu di antaranya dinyatakan tidak layak masuk dalam kategori miskin.

