Banyak yang Ingin Dapat Jodoh hingga Sakti dengan Bertapa di Sendang Ini

BETANEWS.ID, JEPARA – Sendang Kamulyan di Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, Jepara, merupakan situs bersejarah yang menjadi saksi sejumlah peristiwa bersejarah di Kota Ukir. Ini karena Sendang Kamulyan merupakan tempat pemandian Ratu Kalinyamat, yang sekaligus sebagai tempat pertapaan.

Kepada Betanews.id, Juru Kunci Sendang Kamulyan, Nuryanto sudi menjelaskan sejarah tentang Sendang Kamulyan. Dia menjelaskan, sebelum Jepara berdiri, ada peristiwa perebutan kekuasaan di Kerajaan Demak yang menyebabkan Sultan Hadlirin, suami Ratu Kalinyamat, terbunuh oleh Arya Penangsang. Setelah suaminya terbunuh, Ratu Kalinyamat bertapa atau melakukan tirakat di Sendang Kamulyan.

Menurut Nuryanto, sebelum melakukan tirakat dengan melakukan tapa wudha sinjang rikma di Gunung Donorojo, Dukuh Sonder, Desa Tulakan, Ratu Kalinyamat ternyata terlebih dahulu melakukan tirakat dengan bertapa di Sendang Kamulyan.

-Advertisement-

Baca juga: Sendang Kamulya, Pemandian Ratu Kalinyamat yang Kini Jadi Destinasi Wisata Favorit

Dia menjelaskan bahwa tirakat tersebut dilakukan oleh Ratu Kalinyamat sebagai bentuk permohonan agar diberikan petunjuk atas kekisruhan yang terjadi di Kerajaan Demak kala itu.

“Sendang ini dulunya tempat penepen atau tirakatnya Ratu Kalinyamat untuk memohon petunjuk, setelah terbunuhnya Sultan Hadlirin sebelum beliau bertapa di Donorojo,” tutur Nuryanto, belum lama ini.

Sendang Kamulyan, kata Nuryanto, memiliki sumber mata air yang tidak pernah kering meski sedang musim kemarau. Banyak masyarakat yang datang ke lokasi sendang, untuk meminta berkah di petilasan Ratu Kalinyamat itu.

Dia mengatakan, Sendang Kamulyan memiliki beberapa titik yang dipercaya memiliki keberkahan. Ada yang meminta jodoh, kesembuhan dari penyakit, meminta agar memiliki kekuatan dari dalam dirinya atau sakti, dan lain sebagainya. Biasanya masyarakat akan melakukan ritual untuk melakukan wasilah kepada Sang Pencipta dengan mandi di sendang tersebut, kemudian meminta airnya untuk diminum.

Baca juga: Menengok Koleksi dan Sejarah Museum RA Kartini di Jepara

“Banyak masyarakat yang mencari berkah di sini. Biasanya datang kesini meminta air agar dimudahkan jodohnya kemudian menemukan titik terang. Yang sakit minta air akhirnya diberi kesembuhan,” tambahnya.

Achmad Arifin, Senior Manager dari Sendang Kamulyan juga mengatakan, banyak masyarakat baik dari Jepara maupun dari luar kota yang datang secara berombongan ke Sendang Kamulyan. Mereka datang dengan membawa hajatnya sendiri-sendiri.

“Sebelum Ramadhan kemarin itu ramai di sini, rombongan dari luar kota. Malam-malam mandi di sendang, tapi tentu dengan arahan juru kunci,” paparnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER