31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Tergiur Harga Murah, Puluhan Konsumen Graha Alka Kudus Terancam Kehilangan Rumah

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan orang konsumen Perumahan Graha Alka terancam kehilangan rumah yang mereka beli. Hal ini dikarenakan rumah yang sudah mereka beli akan dilelang oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gunung Rizki Semarang.

Hal itu dikatakan pembeli unit rumah, yakni Erna Yulianti. Dia mengatakan, membeli satu unit rumah di Perumahan Graha Alka dengan luas 30 meter persegi, dan luas tanah 72 meter persegi pada tahun 2019 dengan sistem cash bertahap.

“Saya tanda tangan PPJB (Perjanjian Pengikat Jual Beli) di notaris itu tahun 2019. Saya beli satu rumah dengan harga Rp 159 juta,” ujar Erna kepada Betanews.id di lantai empat Gedung Setda Kudus, Kamis (30/3/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Melihat Perum Graha Alka Kudus yang Lagi Sengketa, Tak ada Fasilitas Umum dan Gerbang Masuk

Dia mengatakan, harga Rp 159 juta tersebut dibayar secara cash bertahap. Dia mengeluarkan uang muka sebesar Rp 18 juta dan sisanya diangsur. Angsuran tersebut sudah lunas sejak 15 Februari 2022. Rumah juga sudah direnovasi dan menghabiskan biaya Rp 45 juta.

“Namun, ketika kami menanyakan sertifikat rumah kepada pihak pengembang selalu beralasan dan mundur terus dari waktu yang dijanjikan. Sampai saat ini belum keluar sertifikatnya. Malah tanah dan rumah kami mau dilelang oleh pihak bank,” beber warga Desa Prambatan Lor, Kaliwungu, Kudus.

Aditya Fitriyanto, Koordinator Komite Advokasi Konsumen Perumahan Graha Alka Kaliwungu, mengatakan, ada 68 rumah yang sertifikatnya digadaikan oleh pihak pengembang, yakni PT Nagaraja Nusantara Energi, ke BPR Gunung Rizki Semarang.

“Hal itu kami ketahui pada Bulan Agustus 2022, saat didatangi pihak BPR Gunung Rizki Semarang dan diiformasikan bahwa sertifikat tanah rumah kami sudah dijaminkan oleh pengembang, dan pihak pengembang tidak membayar. Oleh karenanya rumah atas nama sertifikat tersebut akan dilelang,” ujarnya di lokasi yang sama.

Dia mengatakan, total ada 70 unit rumah di Graha Alka. Tapi yang bermasalah ada 68 unit, sebab dua lainnya sudah ada sertifikatnya. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 16 pemilik rumah yang aktif memperjuangkan agar rumah yang sudah dibeli tak dilelang oleh pihak bank.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER