31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Syekh Jangkung, Ulama Legendaris dari Pati yang Pernah Diusir Sunan Kudus

Beberapa orang tampak masuk ke sebuah cungkup, yang merupakan Makam Syekh Jangkung yang lokasinya berada di Dukuh Landoh, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Pati. Mereka kemudian mendekati seorang lelaki tua dan mengutarakan maksud dan tujuannya ke tempat itu. Lelaki tersebut adalah Rukani (70), Juru Kunci Makam Syekh Jangkung.

Usai melayani peziarah, Rukani bercerita tentang sosok Syekh Jangkung, penyebar agama Islam di Nusantara. Semasa hidupnya, sosoknya begitu populer di tengah warga eks- Karesidenan Pati.

Syekh Jangkung, dikenal warga sebagai ulama kharismatik dan ahli tasawuf. Selama belajar agama Islam, ia berguru dengan Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga.

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Mbah Rogo Moyo, Penyebar Agama Islam dan Maestro Rumah Adat Kudus

Syeh Jangkung dikenal memiliki kelebihan di atas rata-rata dari santri lainnya.

“Ketika masih muda, Syekh Jangkung berkelana. Dan ketika mau berkelana itu, mendapatkan wangsit untuk mengabdi pada Sunan Kudus. Kemudian, ketika nyantri di sana, ternyata mempunyai kelebihan,” ujarnya.

Dijelaskannya, Syekh Jangkung atau yang dikenal dengan Sardin, saat berguru pada Sunan Kudus sering menunjukkan kelebihannya dengan santri lainnya.

Menurutnya, kelebihan memamerkan anugerah dari Allah bisa mengancam eksistensi di Pesantren Kudus. Hingga akhirnya Sunan Kudus menyuruhnya untuk meninggalkan wilayah Kudus dan tidak menginjakkan kakinya di bumi Kudus.

“Namanya guru dengan murid kelebihannya melampaui batas, lalu disuruh pergi oleh Sunan Kudus,” jelasnya.

Setelah diusir dari Kudus, Syekh Jangkung kemudian mengembara ke berbagai daerah. Mulai Demak, Palembang, Cirebon dan ke Mataram. Syekh Djangkung lalu kembali ke daerah Kayen, Pati.

Baca juga: Kisah Ong Keng Hong, Penyebar Islam yang Dimakamkan di Klenteng Sam Poo Kong

Rukani menyebutkan, Syekh Jangkung semasa hidupnya menyebarkan agama Islam di wilayah Pegunungan Kendeng utara. Selain sebagai ulama, kata dia Syeh Jangkung juga dikenal bertani.

“Menyebarkan agama Islam dengan tani, disuruh mengabdi di Kerajaan Mataram tidak mau, dan pulang ke sini memilih bertani dengan menyebarkan agama,” ungkapnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER