BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut, bahwa pendidikan karakter anak di era digital ini perlu ditekankan. Sebab, banyak anak-anak yang belebihan dalan membagikan kegiatan keseharian ataupun curhatan mereka ke media sosial.
Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyebut, tidak sedikit anak-anak muda yang saat ini malah menggunakan sosial media sebagai tempat berkeluh kesah. Bahkan menurutnya banyak hal yang dibagikan justru merupakan sesuatu yang tidak perlu.
Baca juga: Kota Solo 5 Kali Beruntun Raih Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama
“Pendidikan karakter, ojo sitik-sitik sambat (jangan sedikit-sedikit mengeluh) di sosmed. Karena saya melihat, ya kadang-kadang kita selalu responsif ya. Kadang anak-anak malah sering sambat yang enggak perlu,” kata Gibran saat ditemui usai menghadiri acara Pembinaan Gugus Tugas Kota Layak Anak di Solo Technopark, Senin (6/3/2023).
Menurut Gibran pula, banyak anak-anak yang ketika menjadi korban perudungan atau korban kekerasan seksual malah membuat status di sosial media mereka dan bukan melapor ke pihak kepolisian. Contoh tersebut menurut Gibran ada di Kota Solo, namun tidak terlalu banyak.
“Misal kalau ada kasus pembulian atau kekerasan seksual lebih seneng bikin status, bukan lapor ke polisi. Ya itu contoh kecil. Tapi wes di atasi kabeh, tenang wae,” ucapnya.
Seperti diketahui, Gibran membuka program layanan aduan dengan cara menghubungi nomor WhatsApp ataupun melalui direct message (DM) di beberapa akun media sosialnya.
“Wes suwe banget, wes kita atasi. Lewat WA ada DM ada. Gur gawe status tok tapi ra gelem lapor yo ada,” katanya.
Baca juga: Solo 4 Kali Beruntun Raih Predikat Kota Layak Anak Utama, Satu-Satunya di Jateng
Lebih lanjut, menurut Gibran, untuk menaik-tingkatkan kategori Kota Layak Anak di Solo, masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Seperti membentuk karakter anak-anak dan juga mengatasi rokok. Saat ini menurut Gibran, yang menjadi PR utama adalah membuat iklan-iklan layanan masyarakat tentang merokok.
“Kita kan masih puya PR iklan-iklan rokok. Nanti ya sambil jalan,” katanya.
Giban menargetkan Solo menjadi kota yang layak anak ketika kasus stuntuing di Solo sudah teratasi secara tuntas. Selain itu juga mengurangi pernikahan dini.
“Seng penting stuntinge iso nol. Pernikahan dini dikurangi, dah itu tok. Tapi aku yo wes komitmen. Stunting saat ini masih banyak, nanti kita tindaklanjuti, tenang,” tandasnya.
Editor: Kholistiono

