31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Petani Kudus Tagih Janji Menteri PUPR yang Akan Normalisasi Sungai Wulan

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sistem Waduk Kedung Ombo, Akrab, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus serius menangani banjir di wilayah Kecamatan Undaan. Hal itu jika Undaan masih dianggap sebagai wilayah penyangga pangan di Kota Kretek.

Akrab meminta agar Pemkab dan Pemprov Jateng mengawal janji Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan menormalisasi Sungai Wulan dengan anggaran Rp1,4 triliun.

“Reboisasi atau penanaman pohon secara besar-besaran di Gunung Kendeng di Desa Wonosoco, Gunung Patiayam serta di Pegunungan Muria juga harus dilakukan,” ujar Akrab saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Kudus untuk tahun 2024 di Pendopo, Senin (20/3/2023).

Baca juga: Bosan Banjir Terus, Warga Jati Wetan Kudus Ingin Janji Menteri PUPR Direalisasikan Tahun Ini

Akrab pun menyinggung gundulnya pegunungan yang ada di wilayah Kudus yang jadi faktor utama persoalan banjir tak kunjung teratasi. Bahkan, ia mengungkapkan dulu pernah ada pembagian lahan di Pegunungan Kendeng, Desa Wonosoco kepada warga, tapi malah ditanami jambu, kelengkeng, dan lainnya.

“Itu kesannya malah bikin perkebunan. Sebab, pohon yang ditanam berorientasi pada buahnya, orientasinya tidak pada penyerapan air. Harusnya yang ditanam itu pohon jati. Sebab satu pohon jati itu mampu menyerap air hingga ratusan liter,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, untuk mengatasi banjir di Kudus, khususnya Kecamatan Undaan yang tiap tahun ada ribuan hektare sawah yang selalu terendam banjr, sangat penting untuk menormalisasi Sungai Juwana yang sedimentasinya sangat parah. Menurutnya, dulu itu bentang lebar Sungai Juwana sekitar 100 meter. Sekarang paling hanya 40 meter saja karena dijadikan lahan pertanian oleh warga.

“Bahkan malah ada yang sudah jadi hak milik. Di Kudus itu saya menemukan ada satu warga yang mempunyai sertifikat sawah yang lokasinya ada di dalam bantaran sungai,” ungkap Akrab.

Baca juga: Menteri PUPR Akan Upgrade Pompa Polder Milik Pemkab, Basuki: ‘Malu Saya, Kalau Warga Kudus Masih Kebanjiran’

Sementara untuk mengatasi banjir di wilayah Dukuh Tanggulangin, Gendok, Barisan hingga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Akrab minta agar Sungai Bakinah dinormalisasi serta di bagian pertemuan dengan Sungai Juwana diberi pintu air.

“Ketika itu dilakukan dan nanti saat pompa polder kapasitas 5 ribu kubik per detik yang dijanjikan menteri PUPR sudah beroperasi, maka tak akan sampai terjadi genangan. Jalan di Tanjungkarang juga tidak sampai terendam hingga terjadi kemacetan. Sebab air yang ada langsung disedot pompa polder,” jelasnya.

Dia mengatakan, semua program penanganan banjir yang dipaparkanya memang butuh anggaran besar. Namun jika berhasil dilakukan, tidak hanya Kudus, tapi juga akan mengatasi banjir di wilayah Pati, Jepara dan Demak.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER