BETANEWS.ID, JEPARA – Hujan yang mengguyur sejak pagi seperti tak memadamkan tekad petani di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara menggelar Kirab Budaya Umbul Dungo Wiwit Pari, Kamis (2/3/2023). Tradisi menyambut masa panen itu begitu penting bagi mereka sebagai bentuk syukur atas nikmat panen yang telah diberi oleh Tuhan.
Di tengah hujan itulah panitia, peserta, dan warga berkumpul di Balai Desa teluk Awur. Mereka telah membawa hasil olahan makanan seperti, nasi tumpeng, ingkung ayam, pecel sayuran, aneka ubi, pisang, serta kacang yang direbus. Makanan tersebut ditempatkan dalam wadah tampah, yang nantinya akan dibawa berkeliling desa menuju jalan usaha tani, area persawahan yang menjadi salah satu ladang mata pencaharian bagi warga setempat.
Setelah semua persiapan dianggap siap, acara kirab pun dimulai oleh pembawa acara. Warga lalu berbaris sesuai kesepakatan dan berjalan menuju tempat tradisi digelar. Sesampainya di sana, terdapat panggung yang berisi satu set gending jawa, kendang, beserta para pemainnya yang berasal dari grup Prayogo Laras, Desa Bandengan, Kabupaten Jepara.
Baca juga: Tak Semua Orang Bisa, Tradisi Angon Cucu Ini Syaratnya Berat
Dentingan suara gending serta tabuhan kendang kemudian mengiringi para penari dari Sanggar Seni Slendang Kemuning menarikan tari tani. Meskipun para penarinya berasal dari kelompok ibu-ibu PKK, tidak mengurangi keluwesan tubuh mereka pada saat menari. Para warga yang menyaksikan merasa takjub dengan sajian tari yang disuguhkan.
Setelah musik berhenti yang menjadi pertanda berakhirnya tarian, kemudian disusul lantunan doa untuk memanjatkan syukur atas hasil pertanian yang nanti akan dipanen. Terdengar juga lantunan doa yang diberikan kepada para sesepuh desa, yang makamnya masih dirawat serta menjadi wisata religi di Desa Teluk Awur.
Kirab lantas diakhiri dengan pemotongan padi secara simbolis oleh Kepala Desa Teluk Awur, Camat Tahunan, Kapolsek Tahunan, serta Dinas Pertanian Kabupaten Jepara.
Baca juga: Tradisi Berbagi Nasi Tomplingan Ajaran Sunan Muria di Festival Pager Mangkok
Kepala Desa Teluk Awur, Rokhman, menjelaskan, gelaran festival ini baru dua kali dilaksanakan di desanya. Selain sebagai bentuk syukur akan memasuki masa panen, ia berharap dari adanya kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu potensi wisata desa.
“Kegiatan ini selain sebagai bentuk syukur, juga sebagai gelaran budaya agar tidak punah. Teluk Awur sendiri juga punya potensi wisata pantai, yang ke depannya akan kita kembangkan wisata-wisata yang lain. hanya saja ini masih dalam proses,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

