BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah warga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, duduk bersama dengan petugas Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati Dinas Bina Marga Jateng, Senin (13/3/2023). Mereka berembug untuk mencari titik temu terkait keluhan warga yang keberatan atas peninggian jalan di Jalan Kudus-Purwodadi.
Dalam pertemuan yang digelar di Balai Desa Tanjungkarang tersebut, Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno juga ikut serta. Hasil dari pertemuan itu, usulan warga agar struktur jalan nantinya hanya setinggi 20 sentimeter dari permukaan jalan saat ini akan disampaikan ke Dinas Bina Marga Jateng. Selain itu, usulan penambahan sodetan jalan untuk mengalirkan air dari selokan juga akan dipertimbangkan.
“Warga di sini mengeluh karena jalan terus ditinggikan. Mereka khawatir, jika permukaan jalan terlalu tinggi, rumah mereka semakin tenggelam saat banjir terjadi,” ujar Sumarno.
Baca juga: Warga Protes Jalan Tanjungkarang Terus Ditinggikan: ‘Sodetan Diaktifkan Lagi dong’
Beberapa hari ini, jalan utama penghubung Kudus dan Purwodadi tersebut tengah diperbaiki. Banjir yang telah merendam permukaan jalan beberapa bulan terakhir ini, menyebabkan kerusakan parah. Tumpukan material pasir dan batu (sirtu) tampak menutup separuh badan jalan. Para pekerja juga tampak mengoperasikan alat berat, untuk meninggikan struktur jalan.
Menurut Sumarno, berdasarkan rencana awal dari Dinas Bina Marga Jateng, jalan tersebut akan ditinggikan 70 sentimeter dari struktur jalan saat ini. Tanah urugan akan ditambahkan setinggi 30 sentimeter, dan sisanya berupa struktur beton.
Dalam usulan warga, kata Sumarno, peninggian jalan tersebut akan berdampak pada masyarakat khususnya warga di sekitaran pembangunan itu, jika peninggian jalan terlalu tinggi yang akan mengakibatkan banjir di saat musim penghujan.
“Minimal warga itu meminta supaya peninggian jalan ini rata dengan struktur bangunan sebelumnya. Setidaknya, pembangunan itu maksimal peninggian 20 sentimeter dari semula. Selain itu warga juga meminta agar sodetan atau pembuangan air juga dibuat supaya air bisa mengalir dengan baik,” ujarnya.
Baca juga: Banjir Bikin Macet Jalan Tanjungkarang, Ketua DPRD Kudus Usulkan Bangun 2 Jalur Alternatif
Sumarno menuturkan, kurang lebih ada 6 warga yang mengeluhkan tentang tingginya pembangunan jalan yang ada di sana. Menurutnya, hasil dalam pertemuan itu pihak pelaksana pembangunan meminta izin terlebih dahulu dengan atasan mereka agar bisa mempertimbangkan keluhan warga.
Ditemui terpisah, Sub Koodinator BPJ Wilayah Pati Bina Marga Jateng, Parjo menambahkan, sudah ada titik temu dengan warga yang mengeluhkan tentang tingginya pembangunan struktur jalan. Menurutnya permintaan warga sudah disampaikan dan disetujui pihak Dinas Binamarga. Dari rencana awal total peninggian sampai 70 sentimeter, peninggian jalan akan menjadi 30 sentimeter.
“Dari 30 sentimeter itu, 10 sentimeter untuk pengurukan jalan dan 20 sentimeter sisanya untuk tebal betonisasi,” tuturnya setelah berunding lama dengan warga hingga mencapai kesepakatan.
Dalam pembangunan jalan itu, kata Parjo, kurang lebih sepanjang 100 meter, dengan lebar 7 meter dan tinggi sesuai yang disepakati dengan warga yaitu 30 sentimeter.
“Nah untuk pembangunan pembuangan air, itu masukan yang akan kita pikirkan kemudian. Kita melaksanakan satu persatu, step by step,” tambahnya.
Editor: Suwoko

