BETANEWS.ID, KUDUS – Usai surutnya banjir yang melanda Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, kini jembatan sasak penghubung Demak-Kudus beroperasi kembali. Jembatan apung yang melintasi Sungai Wulan itu merupakan jalur alternatif yang membantu masyarakat Desa Kedungwaru Kidul, Kedungwaru Lor, Tugu, dan Kotakan yang hendak pergi ke Kudus atau sebaliknya.
Penjaga Jembatan Sasak Muhdi, jembatan sudah beroperasi selama seminggu yang lalu. Sedangkan sebelumnya ditutup karena akses jalan terendam air.
“Alhamdulillah setelah banjir kondisi jembatan baik-baik saja. Meskipun terdapat kerusakan sedikit-sedikit, tapi masih bisa dilewati,” katanya pada betanews.id, Selasa (14/3/2023).
Baca juga: Jumlah Pengendara yang Lewati Jembatan Apung Sambung Roso Lebihi Target
Jembatan sasak yang semula hanya dibuat dengan satu jalur telah diperlebar warga, sehingga bisa dilalui dua arah. Kondisi jembatan yang baru diresmikan sebulan itu, diprediksi akan tahan selama lima tahun.
“Jembatan kalau arusnya naik ya naik, kalau turun ya turun. Justru yang rusak itu akses jalannya bukan jembatannya,” imbuhnya.
Muhdi menerangkan, jembatan sasak setiap harinya dapat menampung 500-600 orang. Sedangkan untuk pengendara akan dikenai Rp2 ribu setiap melintasi jembatan.
“Yang pasti lebih aman, karena lebih lebar, lebih kokoh, meskipun hujan pun aman. Yang penting tidak banjir saja itu bisa dilewati,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

