BETANEWS.ID, SOLO – Bahan baku pangan lokal jika dikreasikan sedemikian rupa ternyata bisa menjadi produk yang unik dan menarik minat konsumen. Seperti tiwul yang bisa dikreasikan menjadi brownies oleh Arin Herlawati Wijaya.
Owner Brownies Thiwool itu menceritakan, berkat inovasinya itu, tiwul yang asalnya hanya disukai kalangan anak muda, kini rupanya banyak disukai anak muda setelah dijadikan brownies.

“Awalnya saya mikir, kan Wonogiri terkenal Kota Gaplek. Jadi bagaimana kita itu bisa bikin bahan bakunya bisa tetep tiwul asli, tidak pakai terigu dan bisa disukai oleh semua kalangan,” katanya saat ditemui di Pura Mangkunegaran, Sabtu (25/2/2023).
Baca juga: Berkat Lapak Ganjar, Omzet Roti Gandjel Rel Anita Naik 100 Persen dan Tembus Singapura
Dari situ, ia akhirnya berhasil membuat berbagai kreasi kue seperti brownies, cookies, cheese cake, thiwul ayu, serta berbagai kue kering. Semua jajanan itu ia buat tanpa menggunakan campuran terigu, sehingga makanan yang diproduksi gluten free atau bebas dari zat tepung.
“Rasanya cendrung gurih. Kata konsumen saya itu kalau brownies terigu biasa itu rasanya cenderung manis aja, tapi kalau dari tiwul ini gurih-manisnya nggak langsung manis aja gitu. Jadi nggak enek,” ujarnya.
Untuk mengolah tiwul, Arin mengaku tidak memerlukan proses khusus. Namun, ada komposisi yang harus diperhatikan agar brownies sesuai dengan rasa yang diinginkan.
Baca juga: Donat Kentang By Mama Cake, Lembut dan Banyak Varian Rasa, Murah Tapi Gak Murahan
“Trial errornya kalau kue berbasic terigu kan banyak yang berhasil. Kalau ini nggak bisa mengembang banget karena ini kan free gluten. Jadi komposisinya harus benar-benar pas agar dia tidak bantet, jadi masih bisa enak. Saya mencoba itu sampai ketemu formula yang pas cukup lama, enam bulan itu, kita testimoni ke teman gitu,” katanya.
Harga yang Arin patok untuk berbagai olahan tiwul juga sangat terjangkau, mulai dari Rp20 ribu, hingga Rp35 ribuan saja untuk varian cheese cake, thiwul ayu dan brownies. Sedangkan untuk cookies kemasan hanya Rp15 ribu saja.
“Saya biasanya jualan di outlet, di Jalan Raya Wonogiri-Ngadirojo, Kilometer 7 Brubuh, Ngadirejo Lor, Wonogiri. Di online shop juga sudah, tapi hanya yang varian kering,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin


