BETANEWS.ID, DEMAK – Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop) Kabupaten Demak bakal mengadakan operasi pasar dan bazar murah menyusul harga MinyaKita dan beras masih belum turun signifikan.
Hal itu dikatakan Kepala Dindagkop UKM Demak Iskandar Zulkarnain. Menurutnya, di beberapa kecamatan akan diadakan operasi pasar dan bazar murah.
“Kemarin kita sudah mengadakan operasi pasar Bintoro dan Mranggen pada bulan Februari lalu. Itu penjualan beras murah dari Bulog sebanyak 1 ton. Masing-masing Rp 8,500 per kilogram dan MinyaKita ukuran 1 liter harga Rp 14 ribu, ” katanya pada Betanews.id, Jumat (10/3/2023).
Baca juga: Harga Beras dan Minyak Goreng di Jateng Masih Tinggi, Operasi Pasar Bakal Digencarkan
Dalam waktu dekat ini, lanjut Iskandar, pihaknya akan melakukan operasi pasar pada tanggal 14 Maret mendatang di Desa Kangkung, Mranggen. Sama halnya dengan operasi pasar sebelumnya, beras dan MinyaKita juga dijual murah untuk masyarakat.
“Untuk harga kita sama dengan operasi pasar sebelumnya di Bintoro dan Mranggen. Sehingga masyarakat yang berada di dekat Desa Kangkung bisa ikut berpartisipasi, ” imbuhnya.
Tidak hanya itu, mendekati momen Hari Jadi Kabupaten Demak, Dindagkop mengajak BUMD, BUMN, OPD, PKK, Bulog, dan MinyaKita turut serta dalam bazar. Baik menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Ada di dua tempat nanti, yaitu Kecamatan Wedung dan Guntur. Kegiatan itu, dimana terdapat komoditas sebanyak 2000-5000 item, ” terangnya.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit dan Telur Merangkak Naik
Iskandar menjelaskan, permasalahan beras dan MinyaKita yang masih mahal juga tidak hanya dirasakan Kabupaten Demak. Ia berhapap masyarakat dapat terbantu dengan operasi pasar dan bazar murah.
“Harapannya adanya bazar murah dan operasi pasar, MinyaKita dan beras semakin menurun, ” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

