BETANEWS.ID, JEPARA – Kampung Kuliner Podomoro yang berada di Selatan Balai Desa Tigajuru, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara itu terlihat cukup ramai. Letaknya yang cukup jauh dari jalan raya seperti tak merintangi kastemer dari berbagai wilayah untuk ke tempat tersebut.
Begitu memasuki area kedai, pengunjung akan disuguhi dekorasi ruangan yang kental dengan unsur seni. Sesuai dengan keinginan dari sang pemilik, Fuad Fahrudin Harahap (51) yang memiliki kecenderungan terhadap dunia seni.
Menurut Fuad, salah satu menu yang sangat digembari pelanggan adalah Es Teler Juara. Minuman yang berisi cincau hitam, agar-agar, roti tawar, kelapa muda, nangka, serta alpukat yang disiram dengan sirop serta susu kental manis itu memang begitu nikmat dan menyegarkan.
Baca juga: Gunakan Resep Turun Temurun, Kelezatan Wedang Ronde Plenyikan Selalu Bikin Ketagihan
“Yang selalu dicari pelanggan memang es telernya. Itu ada resep khusus, resep rahasia lah yang membedakan dari yang lain, yaitu dari siropnya,” ungkapnya pada Betanews, Rabu (22/02/2023).
Selain es teler, kedai tersebut juga menjual minuman lain seperti rujak es krim serta jus buah-buahan. Sementara makanannya ada geprek, seblak, kwetiaw, ayam bakar, serta ayam goreng. Harga yang dibandrol juga terbilang murah. Seporsi es teler dalam wadah gelas besar dijual dengan harga Rp8.000, sementara makanannya dijual mulai dari Rp10.000.
“Di sini memang murah, kadang kalau ada pembeli mau bayar itu ada yang sampek tanya ulang, kok jumlahnya hanya segitu. Karena memang kami juga menyesuaikan tempat, agar dapat dijangkau semua kalangan,” imbuhnya.
Baca juga: Bakso Pak Kumis, Salah Satu Warung di Jepara yang Pelanggannya Tak Pernah Surut
Meskipun murah, Fuad tetap menjaga kualitas dari makanan dan minuman yang dijual, walaupun bahan bakunya sekarang ini mengalami kenaikan.
Jika berminat, Kampung Kuliner Podomoro buka setiap hari mulai pukul 9.00 sampai menjelang maghrib. Rata-rata pengunjungnya per hari bisa mencapai 50 orang, sementara di weekend bisa mencapai ratusan orang.
Editor: Ahmad Muhlisin

