31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Cerita Sunan Kudus Marah Pada Kiai Telingsing Karena Sebuah Kendi, Ternyata …

BETANEWS.ID, KUDUS – Makam Kiai Telingsing yang berada di tengah permukiman Kelurahan Sunggingan, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu terlihat cukup ramai warga yang menziarahi. Para peziarah itu ada yang berdoa sendiri, tapi ada pula yang mengikuti doa dari juru kunci makam yang bernama Machfud Sujak.

Usai melayani para peziarah, Machfud bersedia menjelaskan sosok Kiai Telingsing yang merupakan ulama penyebar agama Islam dari Tionghoa. Dalam ceritanya, Kiai Telingsing pernah membuat Sunan Kudus terkagum-kagum saat diminta membuat cinderamata untuk tamu dari Kerajaan Demak. Waktu itu, Kiai Telingsing membuat kendi yang didalamnya terukir kalimat syahadat.

“Suatu hari ada tamu dari Kerjaan Demak yang mau berkunjung ke Kudus. Sebagai tuan rumah, Sunan Kudus ingin memberikan sebuah kenang-kenangan. Kemudian Sunan Kudus meminta tolong untuk dibuatin cinderamata untuk Raja Demak kepada Kiai Telingsing. Ternyata yang dibuat Kiai Telingsing hanya kendi,” bebernya saat ditemui di lokasi makam, Kamis (16/3/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Sejarah Masjid Al-Makmur Desa Kriyan, Dibangun di Atas Keputren Ratu Kalinyamat

Tak suka dengan apa yang sudah dibuat Kiai Telingsing, kata Machfud, Sunan Kudus pun merasa kecewa dan marah, padahal cinderamata tersebut akan diberikan kepada Raja Demak namun yang dibuat hanya sebuah kendi. Kemudian kendi itu dibanting oleh Sunan Kudus dan membuatnya terkejut.

“Setelah dibanting kemudian Sunan Kudus kaget dengan isi di dalam kendi yang berisi tulisan syahadat. Lalu Sunan Kudus pun tahu jika Kiai Telingsing bukanlah orang biasa yang bisa mengukir tulisan di dalam kendi dan kendi yang dibuat itu bukan kendi sembarangan,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Syekh Jangkung yang Punya Kelebihan di Atas Rata-rata, Ada Dua Versi Terkait Silsilahnya

Machfud mengungkapkan, melihat keunikan dan keterampilan yang dibuat oleh Kiai Telingsing, Sunan Kudus pun tertarik belajar ukir dengan Kiai Telingsing. Sehingga keduanya menjadi dekat berkat kendi tersebut. Menurutnya, kedua sosok tersebut sama-sama menjadi guru dan sama-sama menjadi murid.

“Makanya Kiai Telingsing pernah bilang, yo guru yo murid. Maksudnya, ia berguru kepada Sunan Kudus untuk pendalaman agama (aqidah), sedangkan Sunan Kudus berguru dengan Kiai Telingsing untuk ilmu kanuragan,” tuturnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER