
Syafiq menceritakan ada istilah-istilah yang hanya boleh digunakan raja. Contohnya kata Beta, kata itu hanya raja yang boleh menggunakannya. Misalnya “beta mau bersantap. Beta mau beradu (tidur)”. Rakyat biasa tidak boleh menggunakannya.
“Di sini kami sangat menghormati raja. Setiap Jumat raja didoakan di masjid-masjid,” katanya.
Jangankan raja, orang yang mendapat gelar dari raja pun diperlakukan istimewa. Orang Indonesia yang mendapat gelar Dato’ Sri dari raja adalah Rossa. Penyanyi ini mendapat gelar kehormatan karena sering menghibur keluarga raja. Ketika Rossa datang ke Malaysia, penyambutan di bandara sudah seperti raja.
“Ketika Dato’ Sri Rossa masuk mal, maka mal tersebut tertutup untuk umum. Setelah Dato’ Sri Rossa selesai belanja, baru mal dibuka untuk umum,” jelas Syafiq.
Tour guide ini menjelaskan, Facebook menjadi media alternatif untuk menemukan informasi yang tidak tersedia di media mainstream di Malaysia. Meskipun nanti kontennya di hapus, tapi setidaknya dari Facebook tersebut sudah ada yang screenshot dan menyimpannya.
Untuk hal yang satu ini antara Indonesia dan Malaysia tentu kontras. Di sini sebagaimana kita saksikan bersama kebebasan media massanya luar biasa. Lebih-lebih media sosialnya. (*)





