31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Survei Sebut Kinerja Gibran-Teguh Lebih Baik dari Rudy-Purnomo, Gibran: ‘Halah …’

BETANEWS.ID, SOLO – Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo tahun ini kembali merilis survei tentang kinerja Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Wakilnya, Teguh Prakosa.

Menurut Ketua Prodi MAP Unisri, Suwardi, pada survei kali ini, 96 persen masyarakat sangat puas dengan kinerja Giibran-Teguh. Bahkan, penilaian itu melampaui pemerintahan sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo.

Dijelaskannya, pertanyaan ini diajukan kepada masyarakat sebelum mengajukan pertanyaan tentang politik menjelang 2024. Hasil survei menunjukan bahwa masyarakat menempatkan Gibran (sekarang) lebih baik (76,8%) dibanding FX Hadi Rudiatmo (12,3%).

-Advertisement-

“Persepsi masyarakat seperti itu, dulu Pak Rudy juga hebat,” katanya dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Pasca Sarjana Unisri, Rabu (15/2/2023).

Baca juga: Survei Unisri: 96 Persen Warga Solo Puas Kinerja Gibran-Teguh Karena Sangat Merakyat

Menanggapi survei tersebut, Gibran tidak ingin dibanding-bandingkan dengan Wali Kota Solo sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo. Apalagi, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu memimpin Kota Solo baru dua tahun dan belum genap satu periode.  

“Ya jangan dibanding-bandingke. Halah, yo ra mungkin to aku lagi dua tahun durung genep kok angkane wes duwur banget. Wong Pak Rudy, beliau dua periode lho,” ujar Gibran.

Dirinya mengaku hanya melanjutkan program kerja dan grand design pembangunan Kota Solo dari Wali kota-wali kota sebelumnya, seperti Rudy yang pada masa itu didampingi oleh Achmad Purnomo.

“Yang jelas, pembangunan yang ada di Solo ini adalah kelanjutan program dari Pak Rudy dan Pak Purnomo, lho ya. dadi dudu programku dewe. Aku gur melanjutkan tok. Apalagi sekarang harus bersinergi terus dengan beliau (Rudy) yang merupakan ketua DPC (PDIP Solo),” katanya.

“Contohnya Pasar Legi, Semanggi, land clearing kosnolodasi dengan warga itu kan Pak Rudy. Kalau ndak ada Pak Rudy, ya nggak kebangun, ra penting lah ya aku iki. Intine semuanya juga kontribusi besar dari Pak Rudy, beliau bagaimanapun tetap guru, mentor saya,” lanjut  Gibran.

FX Rudy pun menanggapi dengan santai soal hasil survei yang menunjukkan nilai yang didapatkannya lebih rendah dibandingkan dengan Gibran. Ia menilai, kinerja Gibran jauh lebih baik darinya lantaran latar belakang pendidikan dan pekerjaannya sebagai pengusaha.

Baca juga: Di Hadapan Gibran, Airlangga Puji Peran Strategis Solo dalam Perekonomian Nasional

Yo rapopo, wong itu nek koyo saya ini ngelenggono (tahu diri), artinya ya bedalah. Saya berangkat dari buruh, sekolahe cuma setengah mati (atau lulusan) STM (Sekolah Teknik Menengah) jadi tukang las, preman sisan. Jadi kalau Mas Gibran mendapatkan lebih baik itu ya wajar dan sekolahnya lebih tinggi ya. Kelulusan Singapura dan Australia lantas pengusaha, jadikan pikirannya lebih luas. nek aku kan pikirannya cetek,” ujar Rudy.

Ditanya soal apakah keberhasilan Gibran tersebut tidak lepas dari jabatan ayahya yang menjabat sebagai Presiden RI saat ini, Rudy menilai bahwa tidak ada kaitannya dengan hal itu.

Ndak, saya menilainya karena dia sekolahnya tinggi, pengusaha, jadi sudah biasa memanajemen memanage perusahaan,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER