BETANEWS.ID, SOLO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, meresmikan Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark (STP), Senin (6/2/2023) siang. Setelah peresmian, mereka berdua beserta tamu undangan langsung berkeliling menilik kawasan STP dengan menaiki mobil listrik.
Airlangga sangat mengapresiasi adanya STP tersebut. Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menyebut kawasan saintek yang berlokasi di Kecamatan Jebres, Solo itu merupakan salah satu wadah ekosistem digital yang bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
“Tentunya ini merupakan sebuah hub peningkatan sumber daya manusia, yang terkait dengan digitalisasi. Ekosistemnya luar biasa karena ini merupakan percepatan daripada pengembangan Solo Techno Park,” kata Airlangga.
Baca juga: Pemerintah Optimis Indonesia Tak Akan Alami Resesi di 2023, Rhenald Kasali: ‘Jangan Jemawa’
Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah sangat mengapresiasi atas revitalisasi Solo Techno Park, terutama kerja sama dengan Shopee, Bank Mandiri, SKK Migas, dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa.
“Diharapkan fasilitas ini bisa menciptakan startup-startup baru. Dan kami berharap Solo Techno Park bisa memperkuat kolaborasi lintas sektor dan multi-stakeholders. Ini merupakan solusi inovatif Solo Techno Park untuk memenuhi kebutuhan teknologi untuk semua,” jelasnya.
Dikatakannya, transformasi digital adalah salah satu kunci percepatan pemulihan dan peningkatan daya tahan ekonomi nasional. Apalagi, Indonesia menjadi pemain utama di industri tersebut karena 40 persen dari total transaksi di ASEAN berasal dari Indonesia.
“Ekonomi digital Indonesia yang diluncurkan oleh bapak Presiden di tahun 2018 yaitu, Making indonesia 4.0 sesuai dengan perencanaan ini besarnya hari ini sebesar 77 miliar US Dollar dan tahun 2025 diperkirakan mendekati dua kali yaitu 130 miliar dan di tahun 2030 bisa 220 sampai 360 miliar,” paparnya.
Dari hasil studi terbaru menunjukkan bahwa deal value investasi di triwulan pertama ini sebesar 3 miliar US Dollar serta berada di posisi tertinggi kedua sesudah Singapura. Di samping itu, saat ini Indonesia memiliki 2.400 startup sehingga berada dalam 6 negara dengan startup terbanyak di dunia.
Baca juga: Awalnya Cuma Reseller, Ketekunan Cholil Berbuah Punya Usaha Kopi Tempur yang Kini Makin Laris
“Hari ini diumumkan oleh BPS bahwa pertumbuhan ekonomi kita hari ini barusan saja diluncurkan year on year 5,31 persen. Dan oleh karena itu pertumbuhan yang impresif. Di bulan Desember sendiri di angka 5,01 persen dan ini ditandai dengan pemulihan sektor konsumsi atau sekitar 2,38 persen,” paparnya.
Airlangga juga menyebut bahwa Kota Solo memiliki peran strategis terhadap nasional karena kota kecil ini menjadi rumah Industri Kecil Menengah (IKM) dan kota dasar dalam 15 tahun terakhir.
“Tentunya ini tadi disampaikan bahwa pertumbuhannya mencapai angka 5,8 persen, inflasi di Januari 0,32 persen. Selamat Pak Wali (Gibran),” kata Airlangga.
Editor: Ahmad Muhlisin

