BETANEWS.ID, KUDUS – Kabar penculikan anak yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan begitu meresahkan warga Kabupaten Kudus. Bahkan yang terbaru, ada kabar percobaan penculikan terhadap siswa Sekolah Dasar (SD) di Jembatan Panjang, menggunakan mobil. Untungnya anak tersebut menggigit tangan pelaku dan selamat.
Meski isu ini belum bisa dipastikan kebenarannya, tapi Bupati Kudus HM Hartopo tetap mengimbau para orang tua untuk selalu waspada. Dia juga meminta pihak sekolah terutama SD untuk selalu koordinasi dengan wali murid.
“Guru harus ada kordinasi dengan orang tua murid. Jangan sampai ketika bel pulang berbunyi, pintu gerbang sekolah langsung dibuka,” kata Hartopo kepada ribuan guru di acara pengukuhan pengurus baru Pusat Belajar Guru, Sabtu (4/2/2023).
Baca juga: Isu Penculikan Anak Makin Meresahkan, Sekolah di Kudus Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Mentang-mentang jam pelajaran sekolah sudah selesai, pihak sekolah jangan abai terhadap para siswa. Para guru harus memantau siswanya ketika pulang. Kalau biasanya pulang sendiri pantau dan pastikan siswa tersebut selamat sampai rumahnya.
“Telpon orang tua siswa, tanyakan anaknya sudah sampai rumah apa belum. Guru harus koordinasi dengan orang tua siswa,” pintanya.
Begitu juga jika biasanya dijemput, lanjutnya, pastikan yang menjemput itu pihak keluarga, ayah, ibu atau kakak siswa tersebut. Kalau orang lain jangan diperbolehkan.
Baca juga: Marak Isu Penculikan Anak, Ganjar Sampai dapat Banyak WA dari Warga yang Takut
“Saat ini rawan bapak ibu, benar. Jadi harus waspada,” tegas orang nomor satu di Kudus tersebut.
Hartopo mengaku heran dengan fenomena kabar penculikan anak. Pasalnya, dulu itu yang sering muncul adalah kabar penculikan gadis. Namun, saat ini malah anak-anak kecil.
“Dulu itu yang cenderung diculik adalah para gadis. Sekarang kok anak-anak,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

