31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Ganjar Klaim Ada Beberapa Perusahaan Siap Bantu Tangani Kemiskinan Ekstrem di Jateng

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengklaim sudah dihubungi sejumlah perusahaan terkait penanganan kemiskinan ekstrem. Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan siap membantu pengentasan kemiskinan dengan pola keroyokan.

“Forum CSR kami siapkan dan beberapa perusahaan swasta kemarin hubungi saya karena kami mau mengumumkan ke publik. Kira-kira kalau kami bagi-bagi tugas, kami butuh hampir Rp 500-an miliar untuk mengintervensi kemiskinan ekstrem, jadi nggak banyak sebenarnya,” kata Ganjar usai memimpin rapat koordinasi penanganan kemiskinan 17 Kabupaten di Ruang Rapat Kantor Gubernur B lantai lima, Kota Semarang, Selasa (28/2/2023).

Ganjar akan mendorong para pengusaha supaya ikut berkontribusi membantu masyarakat, terutama yang usia produktif dari keluarga kurang mampu dengan menggelar pelatihan. Pelatihan ini pun bisa didukung berbagai dinas di Pemprov Jateng.

Baca juga: Ganjar Optimistis Bisa Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem di Jateng Pada 2024

“Nanti Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan kami banyak yang bisa membantu, atau dari perusahaan-perusahaan. Ini kami percepat,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Ganjar, padat karya akan dimaksimalkan. Sebab, menurutnya itu bisa membantu masyarakat kurang mampu mendapat penghasilan tambahan, di samping bantuan keuangan yang diberikan.

“Sementara dari Dinasnaker kita sedang berkeliling untuk mengecek perusahaan agar mereka bisa membantu keluarga-keluarga yang di dalamnya ada yang tidak bekerja, terus kemudian bisa mendapatkan penghasilan. Ini yang yang ada,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, Pemprov Jateng terus bekerja dan berkomitmen menurunkan angka kemiskinan, terutama dalam mengatasi variabel kemiskinan, antara lain stunting dan keterbelakangan pendidikan.

“Kami dorong terus, perhatikan yang stunting, ini satu paket. Terus yang penyandang disabilitas dicari, yang tidak sekolah di usia 7 sampai 18 tahun maka bisa sekolah,” ucapnya.

Baca juga: Ganjar Dorong Kades dan Camat Aktif Lobi Perusahaan untuk Bantu Tangani Kemiskinan Ekstrem

Ganjar berharap, upaya yang akan dilakukan tersebut mendapatkan hasil positif. Untuk mempercepatnya, Ganjar pun meminta para bupati untuk melaporkan kondisi kemiskinan terbaru dalam satu minggu ke depan.

“Mudahan-mudahan sih minggu depan laporannya sudah proses dari masing-masing, agar kami buatkan dalam sistem yang mudah dibaca,” tandas Ganjar.

Sebagai informasi, di bawah kepemimpinan Ganjar, angka kemiskinan Jateng mengalami penurunan sebesar 0,27 persen pada periode September 2021 ke September 2022. Kini, angka kemiskinan Jateng tinggal 10,98 per September 2022.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER