Angka Stunting di Kudus Naik Jadi 19 Persen, Pemkab Langsung Gelar Penimbangan Balita Serentak

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo, meminta Penggerak PKK Kecamatan untuk menggerakkan semua kader posyandu dalam pelaksanaan penimbangan pada anak bawah lima tahun (balita) 0-59 bulan. Hal ini untuk menciptakan data yang valid terkait angka stunting.

Gerakan ini perlu didorong lantaran hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Jawa Tengah per-kabupaten, Kudus mengalami peningkatan dari tahun 2021 di angka 17,6 persen naik menjadi 19 persen pada 2022. Dengan kenaikan sebesar 1,4 persen, Mawar Hartopo meminta unsur terkait untuk evaluasi bersama.

Baca juga: Cegah Stunting, Mawar Hartopo Ajak Remaja di Kudus Rajin Konsumsi Tablet Tambah Darah

-Advertisement-

“Kenaikan 1,4 persen itu banyak. Maka yang kurang perlu dilengkapi dan diperbaiki. Kita share di sini saling komunikasi dan kolaborasi untuk penanganan stunting,” ujarnya dalam Rapat lintas program dan sektor dalam rangka percepatan penurunan stunting di Hotel @hom, Rabu (1/2/2023).

Guna memastikan penimbangan serentak mendapat hasil yang diharapkan, Mawar Hartopo berpesan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus untuk melakukan verifikasi sesuai standar dalam mengukur dan menimbang balita. Pasalnya hasil ini akan menjadi acuan untuk evaluasi ke depannya. 

“Pertemuan bukan cuma formalitas tapi langsung action, untuk posyandu yang dari segi peralatan belum lengkap bisa dikomunikasikan dengan OPD untuk fasilitasi,” pesannya.

Baca juga: 25 Persen Kasus Stunting di Jateng Berasal dari Keluarga Menengah ke Atas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi, melaporkan bahwa penimbangan secara serentak pada bulan ini bertujuan untuk deteksi dini kasus stunting, sehingga upaya penanganan stunting dalam bentuk promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bisa maksimal. Penimbangan serentak secara rutin dilakukan setiap tahunnya pada bulan Februari dan Agustus.

“Upaya awal deteksi dini kasus stunting di Kabupaten Kudus. Kolaborasi bersama kita lakukan bersama unsur terkait agar bisa optimal,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER