31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaWISATATSTJ Berubah jadi...

TSTJ Berubah jadi Solo Safari, Kini Ada Kafe yang Bisa Makan Sambil Lihat Singa

BETANEWS.ID, SOLO – Kurang sepekan lagi, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau yang saat ini telah berganti nama menjadi Solo Safari kembali dibuka pada 27 Januari. Sebagai bentuk persiapan, Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama pihak Solo Safari melakukan kerja bakti pagi ini, Jumat (20/1/2023). Kegiatan tereebut juga dihadiri oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa.

Gibran memastikan bahwa Solo Safari akan tetap buka pada 27 Januari ini. Ia mengatakan, saat ini pengerjaan fase pertama hampir selesai dan tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan kecil.

Gibran meninjau berbagai wahana baru di Solo Safari. Foto: Ist

“Sudah siap tinggal ngejar yang kecil-kecil aja, sama pengiriman beberapa hewan kita kerjakan tiga hari ini. Nggak ada catatan, sudah baik,” kata Gibran.

Baca juga: Solo Safari Buka 27 Januari, Banyak Wahana Baru tapi Harga Tiketnya Naik Segini

Setelah perbaikan fase pertama, nantinya juga akan dilanjutkan dengan fase kedua. Meski masih ada pengerjaan fase kedua, pengunjung masih bisa tetap berwisata di taman konservasi satwa itu.

Gibran juga menegaskan bahwa proses pengerjaan fase kedua tidak akan mengganggu pengunjung yang berlibur.

“Aksesnya diatur biar nggak ganggu pekerjaan, beberapa tempat nanti hewan-hewan yang menyusul di fase dua ada pigmy hipo dan lain-lain. Fase satu hewannya siama, walabi, komodo datangnya hari Selasa, betina satu jantan satu, singa di lion cafe,” katanya.

Lebih lanjut, Gibran menyebut bahwa pengunjung dapat memanfaatkan lokasi istirahat saat berkeliling Solo Safari, sebab tak ada kendaraan untuk menikmati satu lokasi ke lokasi lain.

“Kalau bisa (membeli) makan di dalam, tadi ada Lion Cafe juga. Nanti ada foodcourt juga dengan harga yang lebih miring, tenang wae sudah kita siapkan,” lanjutnya.

Adapun pengerjaan fase kedua dimulai kira-kira Juni 2023 mendatang. Pada fase kedua mendatang, Gibran juga mengungkapkan ada beberapa satwa akan ditambahkan, seperti pygmy hippo atau kuda nil kerdil. Gibran juga yakin Solo Safari nantinya  akan berdampak baik untuk branding Kota Solo dalam pariwisata dan ekonomi.

“Iya optimis mengangkat Kota Solo. Ya kita ngejar fase dua dulu,” pungkasnya.

Baca juga: Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia yang Simpan Benda Peninggalan Keraton Solo

Senior Advisor Sales Marketing Taman Safari Indonesia, Panca R Sarunggu mengatakan, dalam pembukaan fase pertama ini akan ada sekitar 20 hewan yang dipertontonkan. Satwa-satwa tersebut didatangkan langsung dari Taman Safari di Bogor, Prigen, hingga Bali.

“Totalnya yang dilindungi itu ada hampir 20an, kami memang punya standart di Taman Safari Grub untuk satwa yang memang selama ini kami akan datangkan, dan juga dokter-dokternya,” kata Panca.

Selain banyak satwa baru, Panca menyebut di Solo Safari juga terdapat restoran khusus yang bisa langsung menyaksikan kandang singa di dalamnya, seperti yang ada di Bali. Pengujung bisa leluasa menikmati hidangan sembari melihat pemandangan para singa dengan pembatas kaca.

“Namanya berubah bukan Lion Cafe, tapi jadi Makunde Cafe yang artinya kebahagiaan. Ada wahana baru di dalam wahana besar karena restorannya sedikit medium up,” lanjut Panca.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler