BETANEWS.ID, DEMAK – Yustika Yuliarti (45), Pemilik Galeri dan Workshop Batik Natra siang itu terlihat masih sibuk mewarnai motif batik yang telah didesainnya. Ia pun bercerita, memutuskan untuk terjun menjadi perajin batik sejak dirinya berhenti bekerja sebagai marketing farmasi. Saat itu, ia ingin menyalurkan hobi menggambarnya dan juga melestarikan budaya Indonesia lewat batik.
Yustika mengatakan, mendapatkan ilmu membatik dan inspirasi motif telah ia lalui ketika masih sering melakukan kunjungan ke berbagai pulau di Indonesia. Ia kerap mampir ke tempat-tempat produksi batik, tidak hanya membeli, tapi mendapatkan pengetahuan.
Baca juga: Uniknya Batik Natra, Kombinasikan Motif Khas Demak dan Anatomi Tubuh
“Sebelum saya keluar, itu saya kan sering keliling Indonesia, jadi setiap istirahat itu, saya pasti mampir ke tempat batik. Terus saya juga ikut workshop sebentar-sebentar dan juga lihat di internet juga. Lalu saya pelajari dan coba praktik,” katanya pada Betanews.id di kediamannya Perumahan Jasmine Park, Blok J2 Nomor 11 Jalan Plamongan Indah, Gembyong, Batursari, Mranggen, Kabupaten Demak.
Tahun 2019, Yustika mulai mendirikan Natural Kreatif Batik atau Natra Batik yang memiliki ciri khas dengan pewarnaan alami atau eco friendly. Tidak hanya itu, lama berkecimpung dunia farmasi, ia juga membuat motif tentang dunia kedokteran yang terinspirasi dari anatomi tubuh.
“Alasan memilih motif anatomi tubuh, karena dulu saya memiliki background marketing farmasi selama 20 tahun. Sehingga berhubungan dengan kedokteran, maupun epidermis,” imbuhnya.
Baca juga: Cantiknya Batik Motif Blewah dari Sedo Demak yang Sukses Pikat Pembeli hingga Belanda
Berkat tangan kreatif Yustika, kini pelanggannya tidak hanya di Indonesia saja, melainkan hingga ke Inggris dan Jerman. Menurutnya yang membuat batiknya banyak diminati karena memiliki motif yang unik dan nilai filosofi.
“Harga mulai Rp250 ribu sampai yang paling mahal itu batik full tulis yang rapat biasanya saya jual Rp 1,5-3 juta. Selain itu, kita juga mengembangkan dalam bentuk craft lainnya, seperti tas, baju, aksosoris, dan lain-lain,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

