BETANEWS.ID, DEMAK – Rumah Produksi Batik Ijo yang berada di Desa Sedo RT 1 RW 1, Kecamatan/Kabupaten Demak itu terlihat ramai dengan aktivitas para pembatik. Ada yang sedang sibuk memainkan canting, mewarnai kain, hingga menjemur kain.
Bergeser ke bagian ruang tamu rumah, terdapat kain batik yang telah jadi, dengan berbagai macam motif khas Kota Wali yang tertata rapi di etalase kaca. Tak jauh dari sana, seorang pria terlihat sedang mengemas kain batik untuk dikirim ke pemesan. Dia adalah Owner Batik Ijo Wilis Janu (30).

Di sela-sela aktiviatsnya itu, Wilis bersedia menjelaskan usaha batik yang punya motif kas blewah itu. Menurutnya, motif itu sengaja ia angkat lantaran terinspirasi dari tempat kelahirannya yang terkenal dengan pertanian blewah.
Baca juga: Angkat Potensi Pertanian Desa Lewat Motif Batik Mlatiharjan yang Penjualannya Hingga Luar Jawa
“Batik Ijo berdiri sejak 2012, jadi memproduksi batik cap dan batik tulis. Kemudian ada ecoprint dengan ciri khas batik kabupaten Demak dan Desa Sedo yang terkenal dengan blewah” katanya pada betanews.id, Sabtu (31/12/2022).
Tidak hanya itu, Wilis juga ingin mengangkat potensi Desa Sedo melalui batik, sehingga masyarakat bisa turut bekerja dan mengurangi angka pengangguran.
“Sebenarnya saya berharap, dengan adanya batik ini masyarakat sekitar bisa ikut bekerja dan mengurangi pengangguran, sehingga bisa mengangkat perekonomian masyarakat, ” imbuhnya.
Meskipun terbilang usaha rumahan, pelanggan Batik Ijo tidak hanya dari wilayah lokalan saja. Wilis mengaku sering mendapatkan pesanan dari Thailand hingga Belanda.
Baca juga: Alfa Shoofa, Angkat Batik Motif Kudusan yang Penjualannya Sudah ke Berbagai Kota Besar di Indonesia
“Karena pemasaran kita pakai sales, jadi pengirimannya sudah sampai Sulawesi, Jakarta, Semarang, bahkan ke Thailand dan Belanda juga,” terangnya.
Batik itu dijual dengan harga yang bervariasi. Untuk batik cap satu warna dijual harga Rp70-130 ribu per potong dan batik tulis Rp300 ribu sampai Rp1 jutaan. Pembeli dapat memesannya lewat Shopee, Tokopedia, reseller, dan Instagram @dhinata.andrean
“Pelanggan cukup puas, karena di Batik Ijo sendiri prinsipnya itu mengutamakan kualitas. Mulai dari desain semuanya saya pegang, ” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

