BETANEWS.ID, KUDUS – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muria Kabupaten Kudus mendapat dana hibah sebesar Rp 4,5 miliar di tahun 2022. Dana tersebut untuk program hibah air minum dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Tahun 2022, serapan dana hibah tersebut sangat rendah. Hingga akhir tahun, dana sebesar Rp 4,5 miliar baru terserap kurang lebih Rp 1,7 miliar.
Hal itu diungkap oleh Direktur Teknik PDAM Kudus, Yan Laksmana. Dia mengatakan, di tahun 2022 target hibah air minum untuk MBR sekitar seribu sambungan rumah (SR). Namun, hingga akhir tahun baru terealisasi sekitar 572 SR.

Baca juga: Sampai Oktober 2022, PDAM Kudus Sudah Untung Rp4,2 Miliar
“Target kami seribu MBR bisa dapat sambungan air dari PDAM Kudus. Namun, hingga akhir tahun hanya bisa merealisasikan sekitar 572 SR,” ujar Yan kepada Betanews.id, Jumat (30/12/2022).
Yan mengungkapkan, ada beberapa faktor sehingga target tersebut tak tercapai. Antara lain, warga sudah punya sumber air lain, serta infrastruktur yang masih kurang.
“Jika rumah yang mengajukan hibah itu jauh dari eksisting jaringan pipa PDAM, maka itu tak bisa, karena dananya tak cukup,” jelasnya.
Dia menuturkan, di program ini, setiap MBR akan mendapatkan Rp 3 juta. Dana tersebut untuk biaya pemasangan instalasi serta untuk kebutuhan tersier lainnya.
“Kebutuhan tersier lainnya itu untuk perawatan jaringan. Serta pengadaan sumur baru,” ungkapnya.
Dia mengatakan, untuk mendapatkan bantuan tersebut ada syarat dan kriteria. Selain berpenghasilan rendah juga listrik orang yang mangajukan bantuan itu maksimal 1300 watt.
“Penghasilan rendah itu ya UMR (Upah Minimun Regional). Untuk listrik bisa 450 watt, 900 watt bisa masuk kriteria yang penting tidak lebih 1300 watt,” bebernya.
Baca juga: Yan Laksmana Terpilih Jadi Direktur Teknik PDAM Kudus
Kemudian syarat lainnya, rumah yang bersangkutan sederhana dan dalam keadaan dihuni serta tidak digunakan untuk usaha. Kemudian bukan bangunan sosial.
“Bukan bangunan sosial itu maksutnya adalah tempat ibadah, sekolah TPQ dan semacamnya,” jelasnya.
Dia mengatakan, program bantuan instalasi air bersih untuk MBR ini akan berlanjut di tahun 2023. Pada tahun depan target masih sama yakni sebanyak seribu SR bagi MBR.
“Tahun depan program ini masih berlanjut. Sudah ada sekitar 400 yang mendaftar dan pemasangan akan mulai dilakukan antara dan Agustus 2023,” tutupnya.
Editor: Kholistiono

