MDMC dan Lazizmu Kudus Bagikan 2 Ribu Bungkus Nasi Tiap Hari Kepada Korban Banjir

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa relawan terlihat sedang mendorong perahu yang di dalamnya terdapat ribuan nasi bungkus di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Sembari berkeliling, mereka menghampiri rumah warga dan memberi nasi bungkus sesuai kebutuhan yang diucapkan oleh warga yang terdampak banjir.

Relawan tersebut dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kudus yang setiap hari membagikan ribuan nasi bungkus untuk warga kebanjiran di Desa Setrokalangan. Nasi yang didistribusikan ke warga yang terdampak banjir itu, bersumber dari Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazizmu) Kudus.

Koordinator Pos Pelayanan banjir MDMC dan Lazizmu Desa Setrokalangan Kudus Aniful Anwar mengatakan, tujuan dari pemberian bantuan nasi bungkus tersebut untuk meringankan beban korban banjir. Sebab ketinggian banjir yang sampai satu meter, sehingga warga yang terdampak tak bisa memasak.

-Advertisement-
MDMC dan Lazizmu Kudus mendistribusikan bantuan nasi bungkus kepada korban banjir. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: NU dan Muhammadiyah Kudus Kompak Dirikan Posko dan Dapur Umum untuk Korban Banjir

“Oleh karenanya kami memberikan nasi lengkap dengan lauknya. Sehingga warga yang terdampak banjir tak perlu lagi masak, tapi langsung bisa makan nasi yang kami berikan,” ujar pria yang akrab disapa Anwar kepada Betanews.id, Selasa (3/1/2023).

Anwar mengatakan, sejak Minggu (1/1/2023) pihaknya tiap hari membagikan dua ribu nasi bungkus lengkap dengan lauknya kepada warga Desa Setrokalangan yang terdampak banjir. Dua ribu nasi bungkus itu dibagikan dua kali.

“Pembagian nasi bungkus kami berikan pada waktu makan siang dan makan malam, masing-masing seribu bungkus,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang mendapatkan nasi bungkus yakni Suharto mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Sebab, sejak banjir yang makin meninggi tiga hari lalu keluarganya tak bisa memasak.

Baca juga: Bacakan Sajak Kerendahan Hati, Ini Harapan Ganjar di Milad Muhammadiyah ke-108

“Bantuan ini sangat membantu warga yang terdampak banjir, terutama saya. Sebab sejak rumah kebanjiran, kami tidak bisa memasak,” ujarnya.

Meski rumahnya kebanjiran, namun Suharto tak mau mengungsi. Banjir yang terjadi baginya seperti tamu setiap tahun, jadi sudah langganan dan terbiasa.

“Saya tidak mengungsi. Karena sudah biasa kebanjiran dan Kami tidak terbiasa mengungsi,” bebernya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER