BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala Desa Jetis Kapuan Sudirno menyanggah kabar yang beredar terkait belum adanya bantuan untuk warganya yang terdampak banjir. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya memang belum menyalurkan bantuan berupa sembako, tapi untuk nasi bungkus dan juga air mineral sudah diberikan kepada warga yang mengungsi.
“Sementara ini kami prioritaskan bantuan nasi bungkus dan air mineral untuk warga yang mengungsi dan para relawan yang terlibat dalam penanganan banjir,” beber Sudirno kepada Betanews.id, Jumat (6/1/2023).

Menurutnya, pihaknya saat ini masih mengumpulkan bantuan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kecamatan Jati, BPBD, dan Dinas Sosial (Dinsos) di gudang logistik Desa Jetis Kapuan.
Baca juga: Pintu Air Bendung Wilalung ke Sungai Juwana Dibuka, Desa di Sepanjang Aliran Harap Waspada
“Bantuan yang terkumpul bermacam-macam, seperti beras, mi instan, gula, minyak, dan lain sebagainya. Ini belum kami distribusikan karena mengingat jika dibagikan tidak bisa untuk memenuhi semua masyarakat yang ada,” tuturnya.
Untuk itu, Sudirno menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Desa Jetis Kapuan yang terdampak banjir. Dirinya berjanji akan menyalurkan semua bantuan yang diterima dari pihak-pihak donatur kepada masyarakat.
Baca juga: Pemkab Kudus Serahkan Bantuan 6,5 Ton Beras untuk Korban Banjir di Dua Kecamatan
Ia menjelaskan, di desanya ada sekitar 3000 jiwa dari 604 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Sedangkan rumah yang terendam banjir kurang lebih ada 424 rumah.
“Untuk lahan pertanian ada 142 hektare terendam dan bisa dipastikan gagal panen (puso). Untuk area persawahan kedalaman antara 1-2,5 meter, sedangkan untuk pemukiman 20 centimeter hingga 1 meter,” rincinya.
Editor: Ahmad Muhlisin

