31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kemenag dan MBZ University Kerja Sama Kelola Masjid Sheikh Zayed Solo

BETANEWS.ID, SOLO – MBZ University melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia terkait dengan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo kedepannya.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Rektor Universitas Muhammaad Bin Zayed, Khaled Al Yabhouni Al Dhahrei bersama Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam,Kemenag RI, Kamaruddin Amin di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Kamis (12/1/2023).

Kegiatan diawali dengan peinjauan ke beberapa bagian masjid, kemudian penandatanganan MoU, yang dilanjutkan sambutan oleh Dirjen Bimas, dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pengurus masjid, Gus Karim.

-Advertisement-
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berfoto bersama dengan delegasi dari Pemerintah UEA dan Kemenag usai Penandatanganan kerja sama antara Kemenag dan MBZ University terkait pengelolaan Masjid Sheikh Zayed Solo. Foto: Khalim Mahfur.

Baca juga: Setelah Masjid Sheikh Zayed, Pemerintah UEA Juga Akan Bangun Islamic Centre di Solo

Ditemui usai kegiatan, Dirjen Bimas Kamaruddin Amin menerangkan, bahwa ada dua kesepakatan bersama yang ditandatangani. Disebutkannya, yang pertama adalah terkait dengan co-manajemen dari Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

“Jadi ada dua manajemen bersama antara Kemenag dengan MBZ University, dan bersama sama mengawal karena di masjid ini nanti banyak aktivitas terkait dengan keagamaan, bukan hanya ibadah tentunya. Masjid ini nanti fungsinya banyak, ada bagaimana masjid ini nanti bisa berfungsi secara umum, bagi masyarakat secara luas,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin mengatakan bahwa Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan segera dibuka secepatnya. Menurutnya, saat ini tengah dilakukan penyempurnaan kecil yang akan segera dituntaskan.

“Mudah-mudahan, kira-kira berharap tanggal 15 atau 16 (Januari 2023) sudah selesai diserahkan resmi ke kami (Kemenag) untuk selanjutnya dioperasikan, karena tadi itu sudah ada manajemen dan sudah ditandatangani bersama,” jelasnya.

Selanjutnya, penandatanganan MoU yang kedua adalah terkait pembangunan Islamic Centre atau yang kemudian diganti nama menjadi Solo Culture Centre. Di bagian tersebut nantinya juga akan dilakukan pengelolaan secara bersama-sama anatara Pemerintah UEA dengan Kemenag RI yang seluruhnya dibiayai oleh pihak UEA.

“Itu nanti banyak aktivitas di situ, ada banyak peltihan, kegiatan yang ada di situ yang akan dikelola bersama lagi. Ini murni hibah sepenuhnya dari UEA ke pemerintah Indonesia melalui Kemenag Bimas Islam kedepannya, jadi dalam waktu dekat insyaAllah mudah mudahan lancar kita akan segera membangun Solo Culture Centre sepeti Islamic Centre Solo sebagai bagian yang terintegrasi dengan masjid ini,” paparnya.

Lebih lanjut, Kamaruddin menerangkan bahwa nantinya akan ada pembelajaran tentang toleransi yang akan diterapkan di Solo Culture Centre. Ia menerangkan bahwa nantinya akan ada peningkatan literasi keagamaan yang bertoleransi pada paham moderat.

“Di situ ada makna toleransi Islam yang menghargai perbedaan Islam yang menghormati perbedaan, baik agama, suku, budaya dan seterusnya. Jadi kegiatan atau aktivitas yang ada dalam masjid ini nanti adalah kegiatan keagamaan yang berorientasi pada paham keagamaan yang wasatiyah yang toleran,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa pihanya bersama Pemerintah UEA sudah berkomitmen untuk secepatnya melakukan pembangunan Solo Culture Centre itu. menuruntya, lokasi tanah yang akan dibangun saat ini sedang di proses dan tidak akan sulit lantaran tanah tersebut milik Kementerian Pertahanan yang notabene merupakan aset milik negara.

Baca juga: Bakal jadi Masjid Terbesar di Solo, Ini Sederet Kemegahan Masjid Sheikh Zayed

“Itu tanah dari Kementerian Pertahanan diserahkan ke Kementerian Agama jadi aset negara Jadi tanah negara dari Kementerian Pertahanan diserahkan ke Kementerian Agama kemudian nanti Kementerian Agama bekerjasama dengan Uni Emirat Arab untuk membangun Islamic Centre itu,” tandasnya.

Terakhir, Kamaruddin mengatakan bahwa Kota Solo akan semakin luar biasa karena mempunyai dua ikon yang sangat luar biasa pula, yakni Masjid Raya Sheikh Zayed dan Solo Culture Centre.

“Ini punya masjid yang sangat ikonik ya mungkin salah satunya masih terindah yang ada di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara ,kemudian itu Solo Culture Centrenya itu

Kepengurusannya nanti ada pengarah ada eksekutifnya itu semuanya ada dari Kementerian dan ada dari MBZ University,” katanya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER