BETANEWS.ID, KUDUS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Mawahib Afkar menyoroti pentingnya Desa Tangguh Bencana (Destana) di desa-desa yang jadi langganan banjir atau longsor. Mengingat, hingga Senin (9/1/2023), masih ada 5 kecamatan, 30 desa, dan 43.595 jiwa yang terdampak banjir di Kudus.
Dengan adanya Destana, lanjut Mawahib, masyarakat akan terlatih untuk tak panik dan bisa menangani bencana dengan cepat. Makanya, ia mengapresiai Desa Gulang, Kecamatan Mejobo yang Destananya sangat bagus. SDMnya terbentuk dan sarprasnya juga sangat memadai, termasuk beberapa mobil evakuasi korban bencana.
“Tim relawannya mumpuni dan sarprasnya juga sangat memadai. Oleh karenanya, desa lain di Kudus yang jadi langganan bencana bisa meniru Destana Desa Gulang,” ujarnya saat ditemui ketika menyerahkan bantuan banjir di Desa Gulang, Sabtu (7/1/2023).
Baca juga: 10 Hari Banjir Kudus, Hartopo Sebut Persediaan Logistik di Posko Pengungsian Mulai Menipis
Mawahib mendorong desa-desa yang belum punya Destana agar secepatnya mengurus legal standing Destana berupa surat keputusan (SK) Bupati Kudus. Hal itu agar Komisi E DPRD Jateng melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bisa memberi stimulan bagi desa di Kudus yang sudah punya Destana.
“Jika Destana itu sudah punya SK, kita bisa bantu keuangan melalui Pemprov Jateng. Bantuan itu bisa digunakan untuk sarpras dan pelatihan penanganan bencana. Tak hanya itu, sesuai Undang-Undang (UU) dana desa juga bisa dialokasikan untuk penanganan bencana,” jelasnya.
Kepala Desa Gulang Aries Subkhan menyampaikan, Destana di desanya itu sudah terbentuk sejak setahun lalu. Anggota Destana di Desa Gulang ada 35 orang yang terdiri dari berbagai kalangan, di antaranya IPNU-IPPNU, Ansor, Fatayat, dan tokoh masyarakat lain.
Baca juga: Peduli Korban Banjir, Petanesia Kudus Keliling Bagikan Sembako dan Perlengkapan Bayi
“Sebagai Destana kami juga sudah memiliki berbagai sarpras, antara lain, seragam, sepatu bot, gergaji manual, dan gergaji mesin. Tahun ini kami juga akan membeli mobil siaga bencana dengan harga Rp200 juta,” ujarnya.
Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Mundir mengatakan, dari 123 desa di Kudus, baru 18 desa yang punya Destana.
“Di Kudus saat ini sudah ada 18 Destana. Belasan Destana itu sudah punya SK,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

