31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Jadi Langanan Banjir, Pakar Lingkungan Sebut Pemkot Semarang Kurang Perhatikan Peringatan BMKG

BETANEWS.ID, SEMARANG – Banjir bukan lagi hal yang baru di Kota Semarang. Usaha pencegahan pun sudah dilakukan, mulai dari pengoptimalkan drainase hingga normalisasi sungai. Meski demikian, banjir tetap terus terjadi jika intensitas hujan tinggi.

Menyikapi hal tersebut, Pakar Lingkungan dan Tata Kota UNISSULA Semarang, Mila Karmila menerangkan, Pemerintah Kota Semarang dinilai kurang tanggap terhadap imbauan BMKG yang sudah memberikan peringatan cuaca. Menurutnya, pemkot seharusnya sigap mempersiapkan drainase ketika perkiraan cuaca ekstrem telah dikeluarkan.

“Banjir ini bukan yang pertama kali, harusnya sudah ada penanganan berpatokan kepada imbauan BMKG,” katanya saat dihubungi, Selasa (3/01/23).

-Advertisement-

Baca juga: Banjir di Kaligawe Semarang Tak Kunjung Surut, Ganjar Minta Bantuan Kementerian PUPR

Pihaknya pun menuturkan, banjir besar di Kota Semarang disebabkan adanya perubahan tata guna lahan di wilayah atas. Di mana kawasan hijau di alih fungsi menjadi permukiman.

“Harusnya tidak ada pembangunan di wilayah atas, kalau begini sudah tidak ada lagi tangkapan airnya, itu yang menyebabkan banjir,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya pun meminta pemkot untuk terus melakukan pemeliharaan untuk seluruh drainase di Kota Semarang. Sehingga apabila terjadi hujan yang tinggi kembali tidak berpotensi terjadi banjir.

“Harus ada perawatan dan pemeliharaan secara rutin,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Semarang sekaligus Plt Kepala BPBD Kota Semarang Iswar Aminuddin menyampaikan, bahwa banjir di Kota Semarang terjadi karena daratan yang flat. Sehingga air harus menunggu antrean masuk stasiun pompa.

Baca juga: Sekolah Terendam Banjir, Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 20 Semarang Ditiadakan

“Sistem drainase di perkotaan sudah tidak ada persoalan lagi tinggal daerah hilir yang memang perlu dibenahi,” katanya belum lama ini.

Di sisi lain ketika disinggung terkait pembangunan di wilayah atas, pihaknya menyebut perlunya pembuatan tata kelola air. Agar air masuk ke tanah dan tidak ada di permukaan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER