BETANEWS.ID, SEMARANG – Sejumlah titik di Kota SemaranG masih tergenang banjir sejak Sabtu (31/12/2022) lalu. Akibatnya, beberapa sekolah terpaksa harus meliburkan siswanya atau melakuakn kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring pada hari pertama masuk sekolah setelah libur pertangahan semester pada Senin (2/1/2023).
Salah satu sekolah yang terpaksa melakukan KBM secara daring adalah SMP Negeri 20 Semarang yang berlokasi di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk.
Kepala Tata Usaha SMPN 20 Semarang Santi Ninasari menerangkan, kegiatan sekolah dilakukan secara daring. Kegiatan ini akan dilakukan minimal selama 3 hari terhitung dari hari ini, Senin (02/01/23).
Baca juga: Kawasan Simpang Lima Semarang Sering Banjir, Ganjar Sampai Tanya Letak Drainasenya di Mana
“Kemarin kepala sekolah sudah berkoordinasi dengan dengan Dinas Pendidikan tentang permasalahan banjir di Genuk, terus di beri solusi dari Sekertaris Dinas Pendidikan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Jadi guru-guru tetap memberikan pelajaran lewat daring, dan tetap memanfaatkan kelas atau melakukan pembelajaran,” ujarnya.
Pihaknya menyebut, jumlah siswa di sekolahnya sekitar 750 siswa dan semua mengikuti kegiatan daring. Akibat adanya banjir ini, semua ruangan yang ada di lantai bawah di sekolahnya terdampak banjir tersebut.
“Ruang perpustakaan, ruang lab, ruang guru semua, tapi alhamdulillah sudah diamankan, yang bisa diamankan dinaik-naikkan sama keamanan yang berjaga,” jelasnya.
Sementara itu, pihaknya belum bisa memastikan secara pasti apa saja aset yang terendam atau tidak terselamatkan akibat banjir tersebut. Adapun untuk perpustakaan yang berada di lantai bawah ia mengaku sudah siap sejak sebelumnya, sehingga buku-buku dinaikan, karena sudah pengalaman di tahun sebelumnya.
“Yang pasti listrik yang bawah itu semua jelas terendam, untuk instalasi nantinya pasti harus di cek ulang, sehingga sementara waktu ini listrik dimatikan,” tuturnya.
Lebih lanjut, jika banjir belum juga surut selama tiga hari ke depan, maka bakal melakukan koordinasi kembali dengan Disdik Kota Semarang. Pihaknya berharap akan mendapatkan jalan keluar yang lebih baik lagi.
“Kita selama ini di beri kelonggaran (untuk daring) selama 3 hari, saat ini juga kan airnya semakin turun, kemarin kedalaman 25 sentimeter dan ini sudah mencapai 15 sentimeter, berarti sudah lumayan turun,” paparnya.
Kejadian banjir ini, merupakan kedua kalinya yang dialami SMPN 20 Semarang. Pada waktu itu, ia menuturkan ada sekitar 20 komputer yang mengalami kerusakan, dan ia mengaku masih bisa diservis sehingga masih bisa di gunakan kembali.
“Kalau yang pertama dulu tahun 2021 itu lebih dalam lagi dan sempat komputer banyak yang rusak, karena posisi lab komputer masih di lantai bawah. Waktu itu kita bongkar, terus di keringkan terus bisa pakai kembali,” ujarnya.
Terpisah, Lurah Gebangsari, Gunarto membenarkan adanya sekolah yang terendam akibat banjir yang terjadi sejak Sabtu lalu. Kurang lebih ada 6 sekolah yang harus meliburkan peserta didiknya karena sekolah yang terendam banjir.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga 3 Januari, Ganjar Minta Bantuan BMKG Rekayasa Cuaca di Pantura
“Sekolah yang terendam ada 6, SMP 20, SMA 10, SD Gebangsari terus Muhajirin 1 dan 2. Tadi tidak ada murid yang masuk ke sekolah, namun untuk gurunya terlihat ada beberapa yang masuk,” tutupnya.
Di sisi lain, saat dikonfirmasi, Plt Kepala Disdik Kota Semarang Suwarto menyatakan, hanya ada 2 Sekolah yang masih tergenang, yaitu TK Gayamsari dan SMPN 20 Semarang. Ia membenarkan adanya pembelajaran daring yang dilakukan oleh SMPN 20 Semarang.
“Berdampak banjir itu ada 146 sekolah, namun sampai sore ini yang tergenang hanya TK Gayamsari dan SMP 20. Hanya SMP 20 saja yang belajar dari rumah, masih 2 hari ke depan (estimasi waktu daring) karena ketinggian air. Iya mudah-mudahan sudah bisa surut ini pompa Sringgin dioperasikan semua,” tutupnya.
Editor: Kholistiono

