31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaKUDUSHadapi Siklus Banjir...

Hadapi Siklus Banjir Besar 3 Tahunan, Warga Payaman Cuma Bisa Pasrah

BETANEWS.ID, KUDUS – Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus bisa dikatakan jadi langganan banjir. Bahkan, banjir di dukuh tersebut dianggap warga sebagai siklus tahunan. Bahkan menurut salah satu warga Karanganyar Eko Waluyo, tiap tiga tahun sekali dukuhnya tersebut pasti diterjang banjir cukup besar.

“Tiap tiga tahun pasti banjir agak besar. Dulu tahun 2017, kemudian tahun 2020, dan sekarang 2023. Banjir tahun ini lumayan cukup besar,” ujarnya, Senin (9/1/2023).

Warga Dukuh Karanganyar, Desa Payaman tampak beraktivitas seperti biasa di tengah kepungan banjir. Foto: Rabu Sipan.

Karena sudah rutin dilanda banjir, menurutnya banyak warga yang memilih tak mengungsi meski banjir merendam rumah cukup tinggi. Sudah lebih dari sepekan kampungnya itu kebanjiran. Banjir itu diperkirakan surutnya akan lama karena Sungai Juwana sudah penuh.

Baca juga: 10 Hari Banjir Kudus, Hartopo Sebut Persediaan Logistik di Posko Pengungsian Mulai Menipis

“Rumahku kebanjiran setinggi 80 centimeter dan saat ini sudah surut jadi 60 centimeter. Meski begitu saya tidak mengungsi. Sebab sudah biasa kebanjiran. Sejak saya lahir itu dukuh kami sudah jadi langganan banjir,” ungkap Eko.

Dia mengatakan, banjir di kampungnya itu susah diatasi, sebab wilayahnya yang ada di cekungan sehingga jadi muara air dari desa sekitar yang lebih tinggi. Bahkan, pemerintah juga tak bisa mengatasi banjir di Dukuh Karanganyar.

“Kami hanya berharap agar jalan ini ditinggikan. Biar para buruh pabrik tetap bisa berangkat kerja meski rumahnya kebanjiran. Jika bisa bekerja, otomatis roda perekonomian tetap jalan,” harapnya.

Kasi Trantib Kecamatan Mejobo Wiyoto mengatakan, Dukuh Karanganyar ini sudah sekitar sembilan hari kebanjiran, dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter. Menurutnya, banjir sudah mulai surut.

“Banjir di Dukuh Karanganyar ini yang terdampak ada 1.047 jiwa dari 334 kepala keluarga (KK). Sementara yang mengungsi ada 33 orang,” ujarnya.

Baca juga: Tiap Tahun Terisolasi Banjir, Warga Dukuh Karangturi Minta Jalan Ditinggikan Minimal Semeter

Dia mengatakan, untuk logistik warga yang terdampak banjir dikirim dari dapur umum yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Bagi yang mengungsi diberi makan tiga kali sehari. Sementara yang tak mengungsi dikirim nasi bungkus sehari sekali pada waktu makan siang.

“Setiap ada seribu nasi bungkus yang kami distribusikan kepada warga yang tak mengungsi di Dukuh Karanganyar ini. Sementara untuk korban banjir yang mengungsi kami beri makan tiga kali sehari,” bebernya.

Dia berharap, tidak ada lagi turun hujan agar banjir bisa surut lebih cepat. Sebab, jika terjadi hujan banjir bisa kembali naik.

“Semoga banjir cepat surut dan para pengungsi bisa ke rumah masing-masing. Serta warga lainnya juga bisa beraktifitas dan tidur dengan nyaman,” harapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler