BETANEWS.ID, KUDUS – Umur yang mencapai setengah abad, seperti tak pernah mengendorkan semangat Yulaikah (49) atau akrab disapa Ikah untuk berjualan di tepi Jalan KH Wahid Hasyim Desa Panjunan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Apalagi, warung bertuliskan Getuk Pelangi itu memang tak pernah sepi dari pembeli, terutama para tukang ojek online.
Ibu anak tiga itu memang menggantungkan penghidupan dari usaha tersebut. Makanya, mau tak mau ia harus mengabdikan hidupnya untuk melayani para pelanggannya setiap hari mulai pukul pukul 6.15 sampai 15.00 WIB.

Ikah menceritakan, memiliki ide membuat getuk pelangi lantaran melihat peluang di are tersebut belum ada yang menjual getuk pada 2008 lalu. Waktu itu, ia mencoba memproduksi getuk dengan tampilan yang menarik dengan warna-warni. Rupanya, jajanan tersebut malah banyak disukai pembeli.
Baca juga: Penjual Getuk Pelangi di Panjunan Ini Tak Pernah Sepi Pembeli, Harganya Cuma Rp3 Ribu
“Getuk pelangi itu campur-campur, ada puli, cetot, ketan, dan putu mayang. Setiap hari ganti terus. Untuk satu porsinya saya jual dengan harga Rp3 ribu per mika,” bebernya saat ditemui, Selasa, (3/1/2023).
Tidak hanya getuk pelangi, Ikah juga menyediakan berbagai macam menu makanan lainnya, seperti gorengan, nasi rames, dan aneka minuman.
“Habisnya tidak pasti sih, kadang 50 porsi. Buatnya memang sedikit karena sambil jualan lainnya. Ada nasi rames, pecel, gorengan, dan lain-lain,” ungkap Ikah.
Baca juga: Dipecat Karena Hamil, Siska Nuna Buktikan Bisa Sukses Usaha Kosmetik hingga Punya Brand Sendiri
Berjual di pinggir jalan tentunya memiliki resiko. Ikah bahkan mengaku sempat berpindah-pindah tempat dan tidak berjualan, karena diusir petugas Satpol PP. Meskipun pernah mengalami masa sulit, Ikah tetap melanjutkan aktivitas seperti sedia kala.
“Dulu pernah hampir diusir satpol PP karena disini bilang zona kuning, sempat pindah terus nggak laku. Akhirnya saya tutup, terus dibantuin Pak Lurah bisa dagang lagi asal tidak kotor,” terangnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

