BETANEWS.ID, SEMARANG – Permainan latto-latto kini makin digemarai berbagai kalangan dari anak-anak hingga orang tua. Permainan yang mulai ramai pada akhir 2022 itu pun, kini banyak dimainkan dan ditemui di berbagai tempat, mulai dari sekolah, mal, perkampungan, dan rumah sakit.
Namun, karena banyak yang memainkan dan mempunyai suara bising, tak jarang permainan itu menganggu orang-orang di sekitarnya.
Menanggapi hal tersebut, Humas SMPN 39 Semarang M Agus Khamid Arif mengatakan, memang ada dua sisi negatif dan positif dari permainan tersebut. Positifnya, latto-latto bisa membuat anak-anak mengurangi main gawai, lalu bisa melatih motorik serta melatih kesabaran anak.
Baca juga: Semringahnya Anak-anak Korban Banjir Kudus Bermain Latto-latto di Pengungsian
“Tetapi untuk negatifnya, karena latto-latto suaranya lumayan berisik, jadi sebaiknya dimainkan sesuai tempat, jangan di sekolahan atau di rumah sakit. Kan itu bisa menganggu,” imbaunya saat ditemui di sekolah yang punya branding pelestari mainan tradisional tersebut, Rabu (11/1/2023).
Karena ada hal negatif yang ditumbulkan, Agus pun mengaku kini pihak SMPN 39 memgimbau siswanya untuk tak membawa latto-latto ke sekolah.
“Dua minggu kemarin itu banyak sekali yang bawa latto-latto di lingkungan sekolah. Akhirnya sekarang kita imbau anak-anak untuk tidak membawa karena menganggu,” katanya.
“Karena waktu ramai kemarin anak-anak mainya tidak ingat waktu, saat pergantian guru waktu kelas kosong gitu ada yang bermain. Nah otomatis kan menganggu aktivitas belajar di kelas sebelahnya,” beber dia.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama pada Dinas Pendidikan Kota Semarang Erwan Rachmat menambahkan, anak-anak memang perlu diedukasi agar bisa memainkan latto-latto sesuai dengan tempatnya.
Baca juga: Lagi Viral Mainan Latto-latto, Toko Jaya Setia Toys Kudus Ramai Diserbu Pembeli
“Kalau saya lebih banyak mengedukasi. Jadi dengan mengedukasi anak-anak bisa sadar posisinya kapan main kapan tidak. Karena tidak dipungkiri, latto-latto juga membuat anak anak mengurangi main game Hp. Ini pandangan pribadi saya sebagai bagian masyarakat,” akunya.
Lalu mengenai sekolah yang menghimbau agar siswanya tidak membawa permainan tersebut kelingkungan sekolah, pihaknya sangat mendukung.
“Kalau ada sekolah melarang ya saya mendukung, jika memang dirasa menganggu. Karena yang tahu kondisi pihak sekolah itu sendiri, yang penting diedukasi,” katanya.
“Yang jelas begini, tidak hanya latto-latto, kalau sesuatu sifatnya menganggu, ya perlu diedukasi dan pendampingan, sehingga bisa menyadarkan bermain yang tepat itu dimana,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

