BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam menyongsong penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, Pemerintah Kabupaten Kudus pun bersiap dengan tenaga pengajar, yakni guru penggerak. Di tahun 2023, Kabupaten Kudus akan punya 74 guru penggerak.
Asisten l Sekretaris Daerah (Sekda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kudus yakni Agus Budi Satrio mengatakan, 74 guru penggerak merupakan jumlah yang cukup banyak. Menurutnya, antusias tenaga pendidik di Kudus untuk jadi guru penggerak sungguh luar biasa.

Baca juga: Puluhan Calon Guru Penggerak di Kudus Ikuti Lokakarya
“Kudus ini nanti ada 74 calon guru penggerak. Kalau dibandingkan daerah lain, kudus jauh lebih banyak,” ujarnya kepada awak media, Kamis (22/12/2022).
Dia mengatakan, guru penggerak ini nantinya jadi pembimbing siswa dalam kurikulum merdeka belajar. Oleh karenanya, sangat penting para guru penggerak ini memiliki integritas.
“Sebab kemerdekaan dalam belajar ini juga tak boleh terlalu lepas kontrol. Makanya guru penggerak ini harus benar-benar punya integritas untuk mengantarkan anak didiknya meraih prestasi yang diinginkan,” jelasnya.
Menurutnya, sistem pembelajaran kurikulum merdeka belajar ini diharapkan mampu memajukan dunia pendidikan dan mengantarkan para siswa untuk lebih berprestasi. Namun, ia pun mengimbau agar para guru penggerak juga perlu memberikan perhatian terkait budi pekerti para siswa.
“Budi pekerti tidak boleh tertinggal. Karena siswa digeber agar berprestasi, tapi kalau tanpa punya budi pekerti akan lepas juga,” ungkapnya.
Baca juga: Minta Penghapusan Guru Honorer Dilakukan Bertahap, Ganjar: ‘Guru Itu Kurangnya Masih Banyak’
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus (Disdikpora) Kudus, Harjuno Widodo menyampaikan, mengapresiasi 74 calon guru pengerak di Kudus. Ia pun mendorong agar guru-guru yang lain bisa mengikuti untuk jadi guru penggerak.
“Kami akan dorong guru-guru lain di Kudus untuk ikut jadi guru penggerak. Apalagi bagi mereka yang sangat berpotensi jadi kepala sekolah, sebab salah satu syarat untuk jadi kepala sekolah adalah guru penggerak,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

